Jumlah pasien gangguan jiwa di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat yang memeriksakan diri ke RSUD Soekardjo semakin meningkat beberapa waktu terakhir . Kondisi ini bersamaan dengan kesulitan ekonomi masyarakat yang dirasakan di daerah Indonesia dari kalangan menengah ke bawah. Mulai kebutuhan keseharian semakin mahal, sektor pendidikan terganggu dengan kebijakan percobaan PCMB Jabar, ditambah BBM Pertamax naik signifikan oleh kesewenang-wenangan pengambil keputusan.
Masyarakat semakin kesulitan saat penghasilan tak meningkat dan hanya di angka stagnan atau bahkan menurun saat anjloknya nilai Rupiah. "Jujur saja, kita belum memiliki bangsal khusus untuk perawatan pasien gangguan kejiwaan. Dalam dua tahun terakhir, pasien itu rata-rata per hari bisa mencapai 60 orang," jelas Wakil Direktur Pelayanan RSUD Soekardjo Dokter Titie Purwaninsari, Rabu (10/6/2026).
Titie menjelaskan, kebanyakan pasien memang berada dalam usia produktif. Keberadaan bangsal tersebut cukup mendesak sebab penanganan gangguan kejiwaan membutuhkan waktu.
"Jika masuk dalam kategori depresi akut, dikhawatirkan dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain. Makanya membutuhkan bangsal khusus. Kita sudah komunikasikan ke Kemenkes dan Dinkes Provinsi Jabar. Mudah-mudahan fasilitas tersebut mendapat respon dan segera terealisasi," katanya. Titie menambahkan, banyak faktor penyebab akibat fenomena ini mulai tingkat stres tinggi dari ekonomi, keluarga, pasangan yang membuat seseorang memutuskan mengakhiri hidupnya. Selama ini kekuatan seseorang menghadapi tekanan memang berbeda-beda dan tergantung dari pertahanan pribadinya.
"Untuk itu screening, preventif sangat penting. Cirinya yang mengalami depresi bagaimana, paling simpel seperti yang sedih dan perilaku di luar kebiasaan," tambah dia. Selain itu, di Kabupaten dan Kota Tasikmalaya telah terjadi beberapa kasus mengakhiri hidupnya selama beberapa pekan terakhir, mulai dari kejadian di Mangkubumi, loncat di Jembatan Cirahong Manonjaya, sampai terakhir kejadian di Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya pada Rabu (10/6/2026).
Tidak ada komentar: