Modus Pembersihan Setan hingga Intimidasi Anak Yatim, Aksi Predator Seksual Oknum Kiai di Pati Terbongkar

 


Kepala DP3AP2KB Jawa Tengah, Ema Rachmawati, membeberkan pola mengerikan di balik dugaan kekerasan seksual yang dilakukan oknum kiai di Pondok Pesantren Tahfidzul Quran Ndolo, Kabupaten Pati. Modus yang digunakan pelaku disebut memanfaatkan doktrin spiritual untuk memanipulasi mental para santriwati. Ema menyebut pelaku meyakinkan korban bahwa dalam diri mereka terdapat pengaruh negatif, seperti sifat iri, dengki, atau pengaruh setan yang harus segera "dibersihkan" melalui ritual khusus. “Modusnya hampir sama di beberapa boarding school terutama pesantren. Korban diyakinkan bahwa mereka punya sifat iri, dengki, atau pengaruh setan yang harus dibersihkan,” kata Ema saat dikonfirmasi, Kamis (7/5/2026).

Dalih Pengobatan Spiritual dan Pelecehan Ekstrem Pelaku mengaku memiliki kemampuan khusus yang membuat para santriwati merasa takut sekaligus percaya. Setelah korban terjebak dalam manipulasi psikologis tersebut, pelaku mulai melancarkan aksi bejatnya dengan meminta korban memijat hingga memaksa melepas pakaian dengan dalih pengobatan spiritual.

Ema secara terbuka mengungkap rincian pelecehan tersebut agar masyarakat waspada terhadap bentuk kekerasan seksual yang sering kali disamarkan dengan bahasa agama. “Korban kemudian mengalami pelecehan seksual. Ada yang disuruh mengulum alat kelamin pelaku sampai keluar mani lalu diminta meminumnya,” ungkap Ema. Menurutnya, relasi kuasa yang sangat kuat di lingkungan pesantren membuat korban merasa bahwa apa pun yang diperintahkan oleh seorang kiai adalah sebuah kebenaran, sehingga mereka enggan mempertanyakan apalagi melapor.

Korban Anak Yatim dan Keluarga Miskin Diintimidasi Di sisi lain, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen atau Gus Yasin mengungkap sisi gelap lainnya. Para korban diduga sengaja dipilih dari kalangan masyarakat tidak mampu dan anak yatim karena mereka dianggap lebih rentan untuk ditekan. Banyak dari santri tersebut tinggal secara gratis dan mendapatkan beasiswa di pondok pesantren tersebut. Kondisi ketergantungan ekonomi inilah yang dijadikan senjata oleh pelaku untuk membungkam korban selama bertahun-tahun. “Mereka ditakut-takuti kalau nanti tidak mau ikut anjuran dari oknum tersebut mereka akan diganti (dengan santri baru lainnya),” kata Gus Yasin saat ditemui di Kota Semarang, Kamis.

Dorong Korban untuk Berani "Speak Up" Pemprov Jawa Tengah kini memberikan perhatian serius terhadap kasus ini dengan mendorong gerakan speak up melalui program Kecamatan Berdaya dan forum anak. Pemerintah ingin memastikan bahwa setiap tindakan kekerasan, sekecil apa pun, harus dilaporkan agar segera ditangani secara hukum.

“Kita mengajak siswa-siswi forum anak untuk memberikan edukasi melaporkan kejadian-kejadian sekecil apa pun mereka harus berani berbicara,” tegas Gus Yasin. Saat ini, DP3AP2KB Jateng terus melakukan pendampingan intensif bagi korban yang telah melapor serta terus membuka posko pengaduan guna menjaring kemungkinan adanya korban lain yang selama ini masih takut bersuara.


Modus Pembersihan Setan hingga Intimidasi Anak Yatim, Aksi Predator Seksual Oknum Kiai di Pati Terbongkar Modus Pembersihan Setan hingga Intimidasi Anak Yatim, Aksi Predator Seksual Oknum Kiai di Pati Terbongkar Reviewed by wongpasar grosir on 08.39 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.