Kasus Hantavirus yang belakangan menjadi sorotan publik membuat banyak orang mulai mencari tahu bagaimana cara mencegah penularannya. Epidemiolog dari Griffith University, Dr. Dicky Budiman, PhD mengatakan bahwa langkah pencegahan hantavirus sebenarnya dapat dimulai dari lingkungan rumah sehari-hari. Menurut dia, reservoir utama hantavirus adalah hewan pengerat, terutama tikus liar. Virus dapat menular ke manusia ketika seseorang menghirup partikel udara yang terkontaminasi urine, air liur, atau kotoran tikus yang terinfeksi. Karena itu, menjaga kebersihan lingkungan dan mengendalikan populasi tikus menjadi langkah paling penting untuk mengurangi risiko penularan. “Yang utama adalah memastikan lingkungan rumah tidak menjadi tempat berkembangnya tikus,” ujar Dr. Dicky saat dihubungi Kompas.com, Kamis (7/5/2026). Menjaga rumah tetap bersih Dr. Dicky menyarankan masyarakat rutin membersihkan area rumah yang lembap atau jarang digunakan, seperti gudang, loteng, dapur, maupun sudut penyimpanan barang.
Sisa makanan juga sebaiknya tidak dibiarkan terbuka karena dapat mengundang tikus masuk ke rumah. Selain itu, lubang atau celah kecil di rumah yang berpotensi menjadi jalan masuk tikus perlu ditutup untuk mencegah hewan pengerat bersarang di lingkungan tempat tinggal.
Gunakan pelindung saat membersihkan area kotor Penularan hantavirus paling sering terjadi melalui partikel udara dari kotoran tikus yang mengering lalu terhirup manusia. Karena itu, masyarakat disarankan menggunakan masker dan sarung tangan saat membersihkan gudang, tempat penyimpanan, atau area yang diduga terkontaminasi kotoran tikus. Dr. Dicky juga mengingatkan agar kotoran tikus tidak langsung disapu dalam kondisi kering karena dapat membuat partikel beterbangan di udara. “Kalau membersihkan area yang kotor, gunakan pelindung dan hindari kontak langsung dengan kotoran tikus,” kata dia.
Waspada saat musim hujan dan banjir Menurut Dr. Dicky, risiko paparan tikus juga dapat meningkat saat musim hujan dan banjir karena hewan pengerat lebih mudah masuk ke permukiman. Masyarakat dianjurkan menghindari kontak langsung dengan air kotor atau genangan yang berpotensi tercemar urine tikus. Penggunaan alas kaki dan pelindung juga penting saat membersihkan area terdampak banjir.
Kenali gejalanya sejak awal Gejala awal hantavirus umumnya menyerupai flu, seperti demam, nyeri otot, lemas, mual, dan sakit kepala. Namun pada sebagian kasus, kondisi dapat berkembang menjadi sesak napas berat akibat paru-paru terisi cairan. Karena itu, seseorang yang mengalami gejala tersebut setelah terpapar lingkungan dengan sanitasi buruk atau banyak tikus disarankan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.
Dr. Dicky menekankan bahwa masyarakat tidak perlu panik berlebihan, tetapi tetap perlu waspada dan mencari informasi dari sumber yang kredibel. “Waspada tetap penting, tetapi harus rasional. Fokus utamanya adalah menjaga kebersihan lingkungan dan kesehatan sehari-hari,” ujar dia.
Tidak ada komentar: