Polres Kediri telah menangkap pria berinisial MN (22), terduga pelaku yang mengakibatkan ledakan petasan saat malam takbir Idul Fitri 2026 di Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Peristiwa ledakan tersebut terjadi di area kebun bambu Dusun Pulorejo, Desa Krecek, pada Jumat (20/3/2026) malam. Akibatnya, tiga korban masing-masing berinisial MZA (20), AD (18), dan AR (26) mengalami luka serius dan harus menjalani perawatan di rumah sakit.
Kasat Reskrim Polres Kediri, Joshua Peter Krisnawan mengatakan, MN, warga Desa Krecek, Kecamatan Badas, diduga sebagai pemilik sekaligus perakit petasan yang digunakan dalam kejadian tersebut.
"Satreskrim Polres Kediri berhasil mengungkap kasus penyalahgunaan bahan peledak yang terjadi pada malam takbir. Dalam kejadian itu terdapat tiga korban luka berat, termasuk satu korban yang masih di bawah umur," jelasnya, Kamis (2/4/2026), dikutip dari TribunJatim.
Pelaku Sempat Kabur, Ditangkap 10 Hari Kemudian Berdasarkan hasil penyelidikan, pelaku diketahui sempat berpindah-pindah tempat untuk menghindari pengejaran petugas.
Tim gabungan dari Unit Reskrim Polsek Pare bersama Resmob Satreskrim Polres Kediri kemudian berhasil melacak keberadaan pelaku hingga akhirnya diamankan di Jombang. "Yang bersangkutan kami amankan di wilayah Jombang. Ada indikasi upaya melarikan diri, namun berhasil kami tangkap sekitar 10 hari setelah kejadian," terang Joshua. Bahan Peledak Dibeli Secara Daring Dari hasil penangkapan, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa petasan, selongsong, serta peralatan yang digunakan untuk meracik bahan peledak. Penyelidikan sementara mengungkap, bahan-bahan tersebut diperoleh pelaku melalui pembelian secara online. Baca juga: Dua Ledakan Petasan Hancurkan Rumah di Kediri Selain itu, bahan peledak, baik yang masih mentah maupun yang telah dirakit, disimpan di kebun belakang rumah pelaku. "Dari keterangan pelaku, bahan diperoleh melalui toko online dan disimpan di kebun belakang rumah karena dianggap lebih aman," imbuhnya.
Polisi Dalami Kemungkinan Pelaku Lain Saat ini, pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Kediri. Penyidik terus mendalami motif serta kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam kasus tersebut. Polisi memastikan proses penyelidikan akan terus dikembangkan untuk mengungkap secara menyeluruh peristiwa ledakan tersebut.
Tidak ada komentar: