Hujan musim semi yang melanda Arab Saudi telah mengubah gurun yang kering menjadi hamparan hijau dan memenuhi lembah pegunungan dengan kabut serta air terjun. Fenomena ini menarik banyak orang untuk menikmati pemandangan langka tersebut, menurut laporan Saudi Press Agency (SPA) pada Senin (30/3/2026), yang mendokumentasikan dampak hujan di berbagai wilayah. Di Al-Baha bagian barat daya, hujan membasahi pegunungan dan hutan yang tertutup kabut, membuat air terjun deras mengalir di tebing-tebing berbatu saat suhu turun di bawah 10 derajat Celcius.
Curah hujan ini berhasil menyuburkan vegetasi dan meningkatkan daya tarik kawasan sebagai destinasi wisata musim panas.
Disambut warga Para pengunjung, termasuk fotografer, memanfaatkan libur Idul Fitri 2026 kemarin untuk mengabadikan pemandangan puncak gunung yang tertutup awan dan hamparan hijau pasca-hujan.
Di wilayah Qassim bagian tengah, hujan membuat gundukan pasir menjadi padat dan membentuk kolam dangkal, menciptakan kondisi ideal untuk aktivitas off-road, berkemah, dan kegiatan alam terbuka lainnya. Dekat Buraidah, kelompok anak muda memadati gurun, berkumpul di sekitar api unggun di udara malam yang lebih sejuk. Di Rafha, bagian utara, hujan telah mengubah padang rumput di sekitar desa bersejarah Zubala menjadi area piknik hijau, menarik keluarga yang ingin menikmati cuaca sejuk dan ruang terbuka.
Sementara itu, di wilayah Hail, hujan sporadis menarik pengunjung ke kawasan gurun dan pegunungan, termasuk Pegunungan Aja dan Salma, di mana kamp musim semi mulai bermunculan. Dikutip dari Arab News, Pusat Meteorologi Nasional Arab Saudi memperingatkan kemungkinan hujan lebih lanjut.
Pihak berwenang mengimbau masyarakat waspada di daerah rawan banjir dan bekerja mengatur lalu lintas serta keselamatan publik. Meski singkat, hujan musim semi ini menjadi pengingat yang menakjubkan akan lanskap yang berubah di Kerajaan Arab Saudi, sekaligus menjadi kesempatan yang menyenangkan bagi masyarakat untuk berkumpul dan menikmati udara yang lebih sejuk.
Tidak ada komentar: