Pengamat kebijakan publik Universitas Indonesia, Eko Prasojo menilai, keinginan Presiden Prabowo Subianto agar program makan bergizi gratis (MBG) berfokus pada anak kurang gizi dan kalangan kurang mampu adalah keputusan yang tepat. Dia mengatakan, langkah terukur untuk program MBG ini akan mencegah pemborosan anggaran negara. “Hal ini untuk mencegah makanan bersisa, pemborosan anggaran, dan tidak tercapainya dampak MBG untuk mengurangi anak-anak stunting,” kata Eko kepada Kompas.com, Selasa (14/4/2026). Dia mengatakan, keputusan ini akan memberikan kejelasan target MBG dari sebelumnya bersifat menyeluruh ke target yang lebih terukur.
Sehingga MBG akan menyasar pada anak yang benar-benar membutuhkan tambahan makanan bergizi.
Untuk mendukung peralihan program yang bersifat universal jadi terfokus ini, Eko menyarankan basis data harus diambil dari tingkat wilayah terkecil seperti desa dan kelurahan agar lebih valid. Eko juga berharap agar BGN bisa bekerja sama dengan pemerintah daerah, termasuk dinas pendidikan dan sekolah. “Beberapa Pemda seperti kota Surabaya dan Kabupaten Sumedang sudah memiliki data valid keluarga miskin, ibu-ibu rentan dan anak yang mengalami stunting" jelas Eko.
Keinginan Prabowo Adapun permintaan Prabowo agar MBG berfokus pada anak dari keluarga kurang mampu disampaikan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S Deyang melalui keterangan resminya, Kamis (9/4/2026). “Jadi kalau anak-anak orang mampu, kan tidak membutuhkan MBG karena orangtuanya sudah bisa memberi makanan bergizi yang baik di rumahnya,” kata Nanik. Presiden juga menekankan penyaluran tidak dilakukan secara paksa. Siswa dari keluarga mampu tidak wajib menerima bantuan.
“Presiden menyampaikan bahwa program ini tidak boleh dipaksakan. MBG harus difokuskan kepada anak-anak yang benar-benar membutuhkan perbaikan gizi,” ujar Nanik. Nanik menilai pendekatan berbasis kebutuhan menjadi kunci efektivitas program.
“Kami ingin memastikan MBG tepat sasaran dan memberi dampak nyata. Karena itu, pengawasan dan evaluasi akan terus kami perkuat agar program ini berjalan optimal,” tuturnya. Untuk mewujudkan hal ini, BGN telah menyiapkan tim khusus optimalisasi yang akan bekerja dalam waktu dekat.
Tidak ada komentar: