Banyak orang menyadari bahwa pola tidur mereka berubah drastis seiring bertambahnya usia. Berbeda dengan masa remaja ketika tidur panjang tanpa gangguan sangat mudah dilakukan, orang dewasa sering kesulitan terlelap, rentan terbangun untuk buang air kecil pada malam hari, atau langsung terjaga pada pagi buta tanpa bisa memejamkan mata kembali. Psikolog Klinis di NYC Sleep Doctor, AS, Janet Kennedy, Ph.D., mengatakan, kesulitan tidur ini ternyata merupakan keluhan umum di kalangan orang dewasa.
"Salah satu alasan terbesar orang mengalami kesulitan untuk tertidur adalah karena teknologi," kata Kennedy, melansir Real Simple, Rabu (15/4/2026). Penyebab semakin tua semakin susah tidur 1. Teknologi Kennedy melanjutkan, manusia masa kini sangat terikat pada gawai dan perangkat elektronik lainnya, yang mana bisa mengganggu percobaan tidur pada malam hari.
"Cara yang bagus untuk menjauh dari perangkatmu adalah dengan menyimpannya di ruangan yang berbeda sebelum kamu ke tempat tidur," tutur dia.
2. Tekanan pikiran Selain paparan cahaya dari layar gawai yang merusak kualitas istirahat, tekanan pikiran turut membuat otak bekerja ekstra pada malam hari. "Dengan jadwal yang sibuk, karier, merawat keluarga, dan sebagainya, memproses semuanya pada siang hari sangatlah melelahkan," jelas Kennedy. "Jadi, ketika kepala kita akhirnya menyentuh bantal pada malam hari, kita tidak bisa menahan diri untuk tidak memikirkan semua hal yang masih perlu kita lakukan," sambung dia. Survei dari The Philips pada 2019 dan riset Well+Good menemukan kesimpulan serupa. Keduanya menetapkan bahwa stres akibat keuangan, beban kerja, hingga konflik keluarga, adalah faktor gaya hidup utama yang merusak kemampuan orang untuk terlelap nyenyak.
3. Kegerahan Keringat berlebih saat tidur menjadi penghambat besar lainnya bagi orang dewasa, khususnya perempuan. Survei merek pakaian Soma mengungkap, di luar masalah pikiran gelisah, 36 persen responden mengeluhkan istirahat terganggu karena terlalu kepanasan. Berbagai pemicu seperti fluktuasi hormon, lonjakan gula darah, dan efek pengobatan, dapat menyebabkan keringat berlebih ini.
Keluhan kegerahan ini ternyata lebih umum terjadi ketimbang masalah mendengkur yang hanya dialami 24 persen responden.
Cara mendapatkan istirahat berkualitas Langkah awal untuk memperbaiki jadwal istirahatmu adalah memastikan kamar tidur terasa nyaman, damai, dan menenangkan.
"Kamar tidurmu harus menjadi tempat yang bisa kamu tuju untuk menyendiri di penghujung hari yang melelahkan. Jika kamarmu berantakan atau kacau, itu akan memengaruhi caramu tidur," jelas Kennedy.
"Cobalah untuk membuat ritual 30 menit sebelum tidur seperti membaca buku, membuat jurnal, atau meditasi," tambah dia. Sebagai tambahan, kamu bisa mandi air hangat satu jam sebelumnya atau melakukan peregangan ringan. Jika sering terbangun karena kepanasan, gunakan pakaian tidur berbahan sejuk. Atur juga pendingin ruangan di angka ideal, yakni 19 derajat Celsius, demi memancing kantuk. Mengapa cukup tidur sangat penting? Kurang tidur sangat berbahaya bagi kesehatan fisik maupun mental secara jangka panjang. Sebab, kekebalan tubuh, memori, fokus, hingga usia harapan hidup, bisa mengalami penurunan.
Anggota Center for the Prevention of Cardiovascular Disease at NYU School of Medicine di AS, dr. Edward Fisher, Ph.D., MPH., menuturkan, orang dengan gangguan tidur kronis berisiko lebih tinggi terkena masalah kesehatan seperti penyakit jantung, tekanan darah tinggi, diabetes, stroke, dan depresi.
"Ini berarti, beberapa penyakit yang menyebabkan gangguan tidur dapat menjadi lebih buruk akibat kualitas atau kuantitas tidur yang buruk dalam sebuah lingkaran setan," ujar dia. Dokter Fisher menyarankan agar kamu berkonsultasi dengan dokter jika mengalami kesulitan tidur yang sudah sangat mengganggu.
Tidak ada komentar: