Anak BAB Setelah Makan, Normal atau Tanda Masalah Pencernaan?

 


Sebagian orangtua mungkin pernah merasa khawatir ketika anak buang air besar (BAB) tidak lama setelah makan.  Kondisi ini kerap dianggap sebagai tanda gangguan pencernaan, padahal dalam beberapa kasus, hal tersebut bisa menjadi reaksi normal tubuh. Dokter Spesialis Anak-Konsultan Gastrohepatologi, dr. Frieda Handayani Kawanto, Sp.A, Subsp. GH (K) menjelaskan, fenomena ini berkaitan dengan mekanisme alami dalam sistem pencernaan yang disebut refleks gastrokolik.

“Refleks gastrokolik sebenarnya bisa saja normal. Tubuh itu menerima makanan masuk ke dalam lambung, lalu ada nervus vagus yang mengkoneksi ke semuanya termasuk ke otak,” jelas dr. Frieda dalam Diskusi Media ‘Monitor Kesehatan Pencernaan Anak dengan Bebeclub AI Poop Tracker’, Kamis (2/4/2026). Normalkah anak BAB setelah makan? Apa itu refleks gastrokolik pada anak? Refleks gastrokolik merupakan respons alami tubuh ketika makanan masuk ke dalam lambung. Sistem saraf akan memberikan sinyal untuk mengosongkan isi usus yang sebelumnya sudah ada.

“Dia mengatakan, 'Hai ini sudah ada makanan baru masuk nih, yang lama tolong keluarin dong' seperti itu. Nanti dia akan memompa makanan yang lama dan mulai dikeluarkan,” ujar dr. Frieda. Proses ini membuat anak bisa BAB tidak lama setelah makan. Pada kondisi tertentu, terutama pada anak yang sistem pencernaannya masih berkembang, refleks ini bisa terjadi lebih sering. Kapan kondisi ini masih dianggap normal? Menurut dr. Frieda, refleks gastrokolik masih termasuk normal selama tidak disertai gejala lain yang mengganggu kesehatan anak. “Gastrocolic reflex berhubungan sama gastro sistem, hal ini aman kalau tumbuh kembangnya tetap bagus sesuai kurva pertumbuhan,” ucapnya. Orangtua tidak perlu khawatir jika anak terlihat sehat, aktif, dan mengalami pertumbuhan yang sesuai dengan usianya. Selain itu, konsistensi feses yang normal serta tidak adanya keluhan lain seperti nyeri perut juga menjadi indikator bahwa kondisi tersebut masih dalam batas wajar.

Tanda yang perlu diwaspadai Meski demikian, orangtua tetap perlu waspada jika kondisi BAB setelah makan terjadi secara terus-menerus dan disertai gejala tertentu. “Kalau anaknya terus-terusan dan fesesnya ambyar, dan berat badan anak enggak naik, itu harus diwaspadai,” jelas dr. Frieda. Ia juga menambahkan, keluhan lain seperti nyeri perut yang berulang dapat menjadi tanda adanya masalah pada saluran cerna.

“Kemudian, anak sakit perut terus, sehingga mengganggu well-being sama tumbuh kembangnya,” lanjutnya.

Gejala-gejala tersebut bisa mengindikasikan adanya gangguan yang lebih serius, sehingga tidak boleh diabaikan. Perlu pemeriksaan jika muncul gejala tambahan Apabila tanda-tanda tersebut muncul, orangtua disarankan untuk segera berkonsultasi dengan tenaga medis guna mendapatkan diagnosis yang tepat.

“Jika tandanya muncul, bisa jadi ada infeksi atau alergi baru, kemudian bisa diperiksakan,” ujar dr. Frieda. Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk memastikan penyebab pasti dari kondisi tersebut, apakah berkaitan dengan infeksi, alergi, atau gangguan pencernaan lainnya.

Dengan memahami mekanisme refleks gastrokolik dan tanda-tanda yang perlu diwaspadai, orangtua diharapkan dapat lebih tenang dalam menyikapi kondisi anak.  Pemantauan yang tepat serta konsultasi dengan dokter menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan pencernaan dan tumbuh kembang anak tetap optimal.


SUMBERhttps://lifestyle.kompas.com/read/2026/04/08/080500720/anak-bab-setelah-makan-normal-atau-tanda-masalah-pencernaan-?page=2

Anak BAB Setelah Makan, Normal atau Tanda Masalah Pencernaan? Anak BAB Setelah Makan, Normal atau Tanda Masalah Pencernaan?  Reviewed by wongpasar grosir on 08.44 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.