4 Cara Mengelola Overthinking Menurut Psikolog, Kenali Nama Emosi

 


Overthinking atau kebiasaan berpikir berlebihan kerap membuat seseorang terjebak dalam kecemasan yang berulang. Pikiran yang terus berputar tanpa henti tidak hanya melelahkan secara mental, tetapi juga dapat mengganggu keseharian, mulai dari sulit mengambil keputusan hingga menurunnya kualitas istirahat. Psikolog dan praktisi mindfulness, Elisha Goldstein, menjelaskan bahwa overthinking sering kali dipicu oleh dorongan untuk segera menghilangkan rasa tidak nyaman.

Padahal, upaya terburu-buru ini justru membuat pikiran semakin bising. "Kita sering mikir harus “memperbaiki hidup” dulu baru bisa tenang. Padahal, ketenangan datang dari cara kita mengelola perasaan di saat itu juga," ungkapnya dikutip dari Your Tango, Senin (20/4/2026). Alih-alih melawannya secara frontal, ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan untuk membantu menenangkan pikiran. Berikut empat cara mengelola overthinking menurut psikolog:

1. Sadari dorongan untuk “segera bertindak” Saat pikiran terasa penuh, kita sering merasa harus segera melakukan sesuatu agar lega, entah itu mengambil keputusan cepat atau mencari distraksi. Menurut Goldstein, dorongan ini dikenal sebagai urgency bias, yaitu perasaan seolah-olah segala sesuatu harus diselesaikan saat itu juga. Padahal, tidak semua pikiran membutuhkan respons instan. Dengan menyadari hal ini, kita bisa memberi jeda sebelum bereaksi. 2. Kenali dan beri nama emosi Overthinking sering kali muncul karena emosi yang tidak dikenali dengan jelas. Alih-alih memahami apa yang dirasakan, kita justru larut dalam pikiran yang berulang. Cobalah berhenti sejenak dan tanyakan pada diri sendiri: “Apa yang sebenarnya saya rasakan saat ini?” Apakah itu cemas, takut, atau khawatir? Memberi nama pada emosi dapat membantu otak memproses perasaan dengan lebih terstruktur.

3. Izinkan diri merasakan tanpa menghindar Banyak orang berusaha menghindari perasaan tidak nyaman dengan cara mengalihkan perhatian. Namun, cara ini sering kali hanya bersifat sementara. Psikolog menyarankan untuk belajar “duduk bersama” emosi tersebut. Artinya, membiarkan diri merasakan tanpa buru-buru menolaknya. Dengan waktu, emosi akan mereda dengan sendirinya, dan pikiran pun menjadi lebih jernih. 4. Ingat bahwa perasaan ini wajar Saat terjebak dalam overthinking, seseorang bisa merasa sendirian atau menganggap dirinya berbeda dari orang lain. Padahal, kondisi ini sangat umum terjadi. Menyadari bahwa banyak orang mengalami hal serupa dapat membantu mengurangi tekanan pada diri sendiri. Perasaan cemas atau khawatir bukanlah tanda kelemahan, melainkan bagian dari respons manusia terhadap situasi yang dianggap penting.

Penutup Mengelola overthinking bukan berarti menghilangkan pikiran negatif sepenuhnya, melainkan belajar meresponsnya dengan cara yang lebih sehat.

Perubahan kecil, seperti memberi jeda, mengenali emosi, dan menerima perasaan, dapat menjadi langkah awal untuk menemukan ketenangan. Dengan latihan yang konsisten, pikiran yang semula terasa bising perlahan bisa menjadi lebih terkendali, sehingga kualitas hidup pun ikut meningkat.


SUMBERhttps://lifestyle.kompas.com/read/2026/04/20/210500920/4-cara-mengelola-overthinking-menurut-psikolog-kenali-nama-emosi

4 Cara Mengelola Overthinking Menurut Psikolog, Kenali Nama Emosi 4 Cara Mengelola Overthinking Menurut Psikolog, Kenali Nama Emosi Reviewed by wongpasar grosir on 08.48 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.