Terlalu Banyak Protein Bisa Ganggu Pencernaan, Ini Peringatan Ahli

 


Diet tinggi protein yang kini banyak dipromosikan melalui berbagai produk makanan ternyata dapat menimbulkan masalah kesehatan. Ahli gizi memperingatkan bahwa konsumsi makanan tinggi protein secara berlebihan dapat mengganggu kesehatan usus dan membuat tubuh kekurangan nutrisi penting lainnya. Peringatan ini disampaikan oleh ahli gizi Lyndi Cohen dalam laporan yang dikutip dari News.com.au (12/3/2026).

Tren makanan tinggi protein semakin populer Produk makanan tinggi protein kini semakin mudah ditemukan di rak supermarket.

Beberapa produk yang sebelumnya tidak dikenal sebagai sumber protein kini dipasarkan dengan tambahan protein, seperti yoghurt, puding, sereal, pizza, hingga keripik.

“Kita tahu protein adalah nutrisi yang sangat penting untuk menjaga otot,” kata Cohen. Namun menurutnya, tren konsumsi protein saat ini mulai berlebihan. “Tren protein sudah sampai pada tingkat yang ekstrem, di mana protein ditambahkan ke hampir semua jenis makanan,” ujarnya.

Cohen menjelaskan bahwa fokus berlebihan pada protein dapat membuat seseorang melewatkan nutrisi penting lainnya. Padahal tubuh juga membutuhkan nutrisi lain seperti serat, karbohidrat, dan lemak sehat.

“Kita melihat orang mulai kekurangan nutrisi penting seperti serat, karbohidrat, lemak sehat, dan nutrisi lain karena terlalu fokus pada protein,” katanya. Padahal sebagian besar orang sebenarnya sudah memenuhi kebutuhan protein harian melalui pola makan yang seimbang.

Berdasarkan pedoman kesehatan nasional Australia, kebutuhan protein orang dewasa sekitar 46 gram per hari untuk perempuan dan 64 gram per hari untuk laki-laki.

Jumlah kebutuhan tersebut biasanya dihitung sekitar 0,8 gram protein per kilogram berat badan setiap hari.

Produk tinggi protein bisa memicu gangguan pencernaan Selain masalah keseimbangan nutrisi, makanan tinggi protein yang diproses juga dapat memicu gangguan pencernaan. Cohen menjelaskan bahwa banyak produk protein olahan mengandung berbagai bahan tambahan. “Produk protein yang sangat diproses sering mengandung pemanis, pewarna, dan berbagai bahan tambahan yang tidak ditemukan pada makanan alami,” kata Cohen.

Ia mengatakan bahan tambahan tersebut dapat mengganggu kesehatan usus.

“Kondisi ini bisa menyebabkan gangguan pada sistem pencernaan seperti kembung, tidak nyaman, hingga diare,” jelasnya. Tren protein dipicu tekanan gaya hidup Para ahli juga menilai tren konsumsi protein berkaitan dengan tekanan gaya hidup modern yang menekankan penampilan fisik.

Menurut Cohen, banyak orang mengonsumsi protein tinggi karena ingin memiliki tubuh yang terlihat lebih berotot. “Obsesi terhadap protein sering berkaitan dengan keinginan untuk memiliki bentuk tubuh tertentu,” ujarnya. Tekanan tersebut terkadang membuat seseorang menjalani pola diet yang terlalu ketat. Cohen menjelaskan bahwa tubuh tetap membutuhkan keseimbangan nutrisi agar dapat berfungsi dengan baik.

Penting menjaga pola makan seimbang Cohen menekankan bahwa protein tetap penting dalam setiap menu makan. Namun jumlahnya tidak perlu berlebihan. Menurutnya, porsi protein yang cukup kira-kira sebesar telapak tangan pada setiap waktu makan. Menu yang sehat sebaiknya tetap mencakup berbagai nutrisi lain seperti karbohidrat, sayuran, dan lemak sehat.

“Kita ingin ada protein dalam setiap makanan, tetapi tidak perlu dalam jumlah sangat besar,” kata Cohen.

Ia menyarankan masyarakat untuk tidak hanya fokus pada jumlah protein, tetapi juga memperhatikan keseimbangan nutrisi dalam makanan sehari-hari. Pola makan yang beragam dan seimbang dinilai tetap menjadi kunci utama untuk menjaga kesehatan tubuh.


SUMBERhttps://lifestyle.kompas.com/read/2026/03/13/203000620/terlalu-banyak-protein-bisa-ganggu-pencernaan-ini-peringatan-ahli?page=2


Terlalu Banyak Protein Bisa Ganggu Pencernaan, Ini Peringatan Ahli Terlalu Banyak Protein Bisa Ganggu Pencernaan, Ini Peringatan Ahli  Reviewed by wongpasar grosir on 08.46 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.