Nenek Penjual Pisang di Nganjuk Ditipu dengan Uang Mainan, Bupati: Orang Sepuh Jangan Dibohongi




Kisah pilu dialami Mbah Yatemi (81), nenek penjual pisang asal Kelurahan Warujayeng, Kecamatan Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Mbah Yatemi memutuskan berhenti berjualan setelah tertipu pembeli yang membayar menggunakan uang mainan pecahan Rp 100.000. Peristiwa itu viral di media sosial setelah sebuah video yang merekam Mbah Yatemi diunggah akun TikTok, dan turut dibagikan di Instagram. Postingan tersebut memperlihatkan Mbah Yatemi tertipu saat berjualan.

Saat itu, Mbah Yatemi menjual empat sisir pisang serta beberapa bahan dapur seperti terong, bawang merah, dan tomat.

Namun, Mbah Yatemi tidak menyadari uang pecahan Rp 100.000 yang diterimanya dari seorang pembeli palsu. Ia bahkan memberikan uang kembalian Rp 25.000 kepada pelaku.

Sejak kejadian tersebut, Mbah Yatemi memilih tidak lagi membuka lapak di trotoar Jalan Ahmad Yani, tepatnya di seberang Puskesmas Tanjunganom. Ia khawatir kembali menjadi korban penipuan. Keputusan untuk berhenti berjualan juga datang dari saran keluarga hingga tetangga. Sementara setelah mendengar peristiwa viral ini, Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, menyempatkan diri berkunjung ke kediaman Mbah Yatemi belum lama ini. Dalam kunjungan itu, Mbah Yatemi sempat berbincang langsung dengan Kang Marhaen, sapaan karib Marhaen Djumadi. Kang Marhaen mengatakan, dirinya datang untuk bersilaturahmi sekaligus memberikan dukungan kepada Mbah Yatemi setelah kisahnya viral. “Saya sudah silaturahmi ke rumahnya Mbah Yatemi. Mbah Yatemi ini yang sempat viral. Saya juga dikirimi teman-teman saya di Jakarta, di Surabaya, ya ngirimi juga,” ucap Kang Marhaen, Jumat (13/3/2026). Pria yang juga menjabat ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Nganjuk ini mengaku prihatin setelah melihat video yang memperlihatkan Mbah Yatemi tertipu uang mainan. Menurut Kang Marhaen, kondisi penglihatan Mbah Yatemi yang sudah tidak terlalu jelas membuatnya mudah percaya kepada pembeli. “Akhirnya uangnya itu (yang diberikan salah satu pembeli) mungkin uang mainan atau seperti monopoli. Ya kasihan, akhirnya enggak jualan lagi, karena modalnya habis,” tuturnya. Kang Marhaen sangat menyayangkan tindakan pelaku yang menipu seorang lansia yang sedang mencari nafkah. “Orang sepuh jangan dibohongi, kasihan. Apalagi puasa-puasa,” ujarnya.

Meski demikian, ia berharap ada hikmah dari peristiwa yang dialami Mbah Yatemi. Ia pun mendoakan agar Mbah Yatemi diberikan rezeki yang melimpah. “Tapi hikmahnya, saya yakin rezekinya (Mbah Yatemi) lebih banyak daripada yang menipu,” tutup Kang Marhaen.


SUMBERhttps://surabaya.kompas.com/read/2026/03/13/074018178/nenek-penjual-pisang-di-nganjuk-ditipu-dengan-uang-mainan-bupati-orang

Nenek Penjual Pisang di Nganjuk Ditipu dengan Uang Mainan, Bupati: Orang Sepuh Jangan Dibohongi Nenek Penjual Pisang di Nganjuk Ditipu dengan Uang Mainan, Bupati: Orang Sepuh Jangan Dibohongi Reviewed by wongpasar grosir on 09.04 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.