Akses wisata menuju Penanjakan Gunung Bromo di Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan, yang sempat tertutup longsor, kini telah kembali bisa dilalui. Pihak BPBD dengan petugas gabungan mendatangkan dua alat berat guna mengevakuasi material longsor, tanah dan pepohonan yang roboh.
“Ternyata ada tiga titik longsor di wilayah Desa Wonokitri, yakni di Bukit Kedaluh Jalan Penanjakan Bromo, Pusung Dhuwur arah Lautan Pasir, dan pertigaan Dingklik." "Saat ini jalur sudah bisa dilewati kendaraan,” ujar Sugeng Hariyadi, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Rabu (25/2/2026). Lebih lanjut, Sugeng mengungkapkan, proses evakuasi dilakukan menggunakan dua unit alat berat dari Bina Marga Provinsi Jawa Timur dan Pemkab Pasuruan dengan dibantu petugas Kecamatan Tosari, TNBTS, paguyuban pariwisata, serta unsur lainnya.
“Material tanah dan pohon tumbang sudah dibersihkan. Arus kendaraan sudah normal kembali, tetapi kami tetap melakukan pemantauan,” kata dia.
Selain jalur sudah dapat dilalui kendara roda empat, sepeda motor milik warga maupun pengunjung yang sempat tertimbun longsoran juga berhasil dievakuasi.
BPBD mengimbau masyarakat dan wisatawan yang hendak menuju kawasan Bromo agar tetap waspada, mengingat kondisi cuaca masih berpotensi hujan yang bisa memicu longsor susulan. “Pemantauan terus kami lakukan di titik-titik rawan. Masyarakat diminta berhati-hati dan mengikuti arahan petugas di lapangan,” kata Sugeng.
Tidak ada komentar: