Apakah Aman Luluran untuk Kulit Kering? Simak Saran Dokter

 


Luluran kerap menjadi bagian dari rutinitas perawatan tubuh untuk mengangkat sel kulit mati dan membuat kulit terasa lebih halus.  Namun, apakah luluran aman untuk pemilik  kulit kering atau justru berisiko memperparah kondisi kulit? Menjawab pertanyaan tersebut, dermatolog dr. Amanda Nandi Wardani, BMedSc(Hons), Sp.D.V.E. menjelaskan, luluran pada dasarnya berkaitan dengan proses eksfoliasi.  Maka, penting bagi pemilik kulit kering untuk memahami cara dan frekuensi yang tepat agar manfaat luluran bisa dirasakan tanpa menimbulkan efek samping. “Kalau scrub itu sebenarnya adalah eksfoliasi juga tapi yang dilakukan secara fisika atau secara physical,” ujar dr. Amanda saat ditemui di Jakarta Selatan, belum lama ini.

Apakah luluran aman untuk pemilik kulit kering? Menurut dr. Amanda, pemilik kulit kering sebenarnya tetap boleh melakukan luluran. Namun, ada batasan penting yang perlu diperhatikan, terutama terkait frekuensi penggunaannya.

Eksfoliasi fisik yang terlalu sering dapat membuat kulit kering semakin kehilangan kelembapan alaminya. “Boleh dilakukan untuk kulit kering, tapi sarannya adalah maksimal seminggu sekali aja untuk melakukan eksfoliasi secara physical,” jelasnya. Ia menegaskan, luluran yang dilakukan terlalu sering berisiko mengikis lapisan pelindung kulit.  Pada kulit kering, lapisan ini cenderung sudah lebih rapuh dibandingkan jenis kulit lainnya, sehingga perlu perlakuan yang lebih lembut dan terkontrol.

Perhatikan kondisi skin barrier Selain frekuensi, kondisi skin barrier menjadi faktor krusial sebelum memutuskan untuk luluran.  Dr. Amanda menekankan, luluran sebaiknya hanya dilakukan ketika skin barrier dalam kondisi baik dan tidak sedang bermasalah. “Pastikan juga barrier kulitnya lagi bagus. Kalau skin barriernya lagi lemah atau bermasalah, lalu discrub atau physical exfoliation, maka akan terjadi iritasi,” kata dr. Amanda. Ia menjelaskan, tanda skin barrier yang terganggu bisa berupa kulit terasa perih, kemerahan, mudah gatal, atau semakin kering setelah mandi.  Jika kondisi tersebut muncul, luluran justru bisa memperburuk keadaan dan memicu iritasi lebih lanjut.

Alternatif yang lebih aman untuk kulit kering Bagi pemilik kulit kering yang masih ragu untuk melakukan scrub atau luluran, dr. Amanda menyarankan untuk mempertimbangkan alternatif yang lebih lembut.  Saat ini, banyak produk perawatan tubuh yang menawarkan manfaat eksfoliasi tanpa gesekan kasar.

“Apabila pemilik kulit kering ragu untuk scrub, maka saya sarankan pilih produk yang sudah teruji klinis dan ada kandungan eksfoliator yang lembut, sehingga aman digunakan sehari-hari,” ujarnya.

Eksfoliator lembut ini umumnya bekerja secara bertahap tanpa mengiritasi kulit, sehingga cocok bagi kulit kering yang membutuhkan perawatan ekstra hati-hati.  Meski demikian, dr. Amanda tetap mengingatkan agar penggunaan produk apa pun disesuaikan dengan kondisi kulit masing-masing.

Pentingnya kenali kebutuhan kulit Dr. Amanda menegaskan, tidak ada satu metode perawatan yang cocok untuk semua orang.  Pemilik kulit kering perlu lebih peka terhadap respons kulitnya setelah melakukan luluran atau menggunakan produk eksfoliasi tertentu.

Dengan memahami batasan, memilih produk yang tepat, serta memperhatikan kondisi skin barrier, luluran tetap bisa menjadi bagian dari perawatan kulit kering.  Kehati-hatian dan konsistensi dalam menjaga kelembapan kulit tetap menjadi kunci utama agar kulit tetap sehat dan terhindar dari iritasi.


SUMBERhttps://lifestyle.kompas.com/read/2026/02/26/040000820/apakah-aman-luluran-untuk-kulit-kering-simak-saran-dokter-?page=2

Apakah Aman Luluran untuk Kulit Kering? Simak Saran Dokter Apakah Aman Luluran untuk Kulit Kering? Simak Saran Dokter   Reviewed by wongpasar grosir on 08.25 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.