Lamongan (beritajatim.com) – Hari ketiga pencarian nelayan Lamongan yang tenggelam dan hilang di laut akibat terlilit jaring penangkap ikan kini membuahkan hasil, Minggu (21/5/2023). Jasad korban ditemukan di titik 8 km dari bibir pantai laut setempat.
Pencarian dilakukan dengan melibatkan tim dari Sat Pol Airud Polres Lamongan, BPBD, DPC HNSI Lamongan dan masyarakat nelayan Desa Labuhan, Kecamatan Brondong, Lamongan.
Diketahui, nelayan yang menjadi korban laka laut ini bernama Maksum Jaelani (25), asal Desa Labuhan, Kecamatan Brondong, Lamongan. Ia mengalami laka laut pada Jumat (19/5/2023) kemarin, di perairan Lamongan, tepatnya di sisi utara Desa Sedayulawas, Kecamatan Brondong atau kurang lebih 7 mil dari bibir pantai.
“Alhamdulillah, hari ketiga penyisiran pencarian jasad korban atas nama Maksum Jaelani telah ditemukan di perairan utara, sekitar 8 km dari bibir pantai Desa Labuhan,” ujar Ma’mun Murod, Sekretaris DPC HNSI Kabupaten Lamongan, Minggu (21/5/2023).
Pencarian ini, Murod menjelaskan, dimulai pada pukul 06.00 WIB pagi tadi. Tim gabungan melakukan penyisiran di kawasan perairan laut Kecamatan Brondong. Setibanya di titik 8 km dari bibir pantai Desa Labuhan, jasad korban yang hilang akibat laka laut itu akhirnya ditemukan.
“Jasad korban ditemukan oleh tim gabungan sekira pukul 08.35 WIB, dalam kondisi terapung dan sudah tak bernyawa. Setelah ditemukan, jasad korban segera dievakuasi ke daratan dan dibawa ke rumah duka untuk dikebumikan,” terang Murod.
Atas kejadian ini, Murod mengimbau kepada masyarakat nelayan Lamongan agar selalu menjaga solidaritas dan menjunjung tinggi kerukunan antar nelayan, sehingga masalah-masalah yang dialami nelayan nantinya bisa diminimalisir dan bisa terselesaikan.
“Kami turut berbela sungkawa yang mendalam. Kami mengajak masyarakat nelayan agar bisa memaksimalkan program Pak Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, tentang stimulisasi BPJS Ketenagakerjaan untuk nelayan, yang mana 3 bulan pembayaran premi telah dibayarkan oleh Pemkab, gratis,” tuturnya.
Sementara itu, Kasat Pol Airud AKP Erni Sugihastuti memberikan apresiasinya kepada masyarakat nelayan yang telah membantu dalam melakukan pencarian terhadap korban laka laut, khususnya nelayan dari Desa Labuhan.
Erni mengimbau kepada masyarakat nelayan agar meningkatkan kehati-hatian dan kewaspadaannya dalam menjalankan profesinya sebagai nelayan, termasuk selalu menyediakan peralatan keselamatan di kapal seperti jaket pelampung, ban dan lainnya.
“Kami ikut berbela sungkawa sedalam-dalamnya atas meninggalnya almarhum. Semoga keluarga yang telah ditinggalkan diberi ketabahan dan kesabaran oleh Allah SWT,” ucapnya.
Seperti diberitakan beritajatim.com sebelumnya, laka laut ini menimpa dua orang nelayan yang sedang menangkap ikan di perairan Lamongan, tepatnya 7 mil di sisi utara Desa Sedayulawas, Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan.
Akibat laka ini, satu orang nelayan atas nama Legani (59) ditemukan selamat dan satu nelayan lainnya bernama Maksum Jaelani (26) tenggelam serta masih dalam pencarian. Keduanya sama-sama berasal dari Desa Labuhan, Kecamatan Brondong, Lamongan.
Peristiwa laka ini terjadi pada Jumat (19/5/2023) kemarin. Dua nelayan itu, berangkat bersama menaiki satu kapal untuk mencari ikan pada pukul 07.00 WIB, Kamis (18/5/2023). Legani berposisi sebagai nakhoda dan Maksum Jaelani sebagai ABK (anak buah kapal).
Saat di lokasi penangkapan ikan, kedua nelayan itu sempat menabur jaringnya. Akan tetapi, nahasnya korban Maksum Jaelani (ABK) terlilit oleh tali jaring hingga terpental dari kapal dan tercebur ke laut.
Sang nakhoda Legani pun mencoba untuk mematikan mesin kapalnya. Sayangnya, sang nakhoda justru ikut terbelit tali jaring dan sama-sama tercebur ke laut.
Sejenak kemudian, muncul kapal nelayan lain yang melintas di sekitar lokasi dan melihat kejadian itu. Mereka lalu langsung merapatkan kapalnya ke kapal yang dinahkodai Legani dan berupaya menolong kedua nelayan bernasib malang tersebut.
Legani yang tercebur ke laut bisa diselamatkan karena dia bisa berenang, namun Maksum yang tidak bisa berenang itu langsung tenggelam ke dasar laut dan hilang, meski sempat dikasih jeriken.
Setelah upayanya tak menuai hasil, mereka memutuskan untuk membawa sang nakhoda yang kondisinya sudah lemas itu pulang. Para nelayan yang menjadi saksi saat kejadian pun langsung melaporkan kejadian ini kepada Rukun Nelayan setempat dan diteruskan ke HNSI Lamongan serta Pol Airud Polres Lamongan.[riq/ted]
Hari Ketiga Pencarian Jasad Nelayan Lamongan yang Hilang Ditemukan Terapung di Laut
Reviewed by WONGPASAR GROSIR MALANG
on
09.33
Rating:
Tidak ada komentar: