Trump Disebut Minta Toilet Gedung Putih Dipasang Karpet Penuh, Staf Heran

 


Sebuah buku baru mengungkapkan bahwa Presiden Amerika Serikat Donald Trump menginginkan lantai kamar mandi pribadinya di Gedung Putih dilapisi karpet penuh. Menurut buku tersebut, permintaan itu sempat membuat staf kediaman resmi presiden khawatir akan potensi munculnya jamur akibat karpet yang kerap basah. Klaim itu diungkap jurnalis The New York Times, Maggie Haberman dan Jonathan Swan, dalam buku Regime Change yang mengulas tahun pertama masa jabatan kedua Trump di Gedung Putih.

Dalam wawancara dengan MSNBC yang dikutip The Independent, Kamis (2/7/2026), pembawa acara Chris Hayes membacakan salah satu bagian buku tersebut. Disebutkan bahwa karpet baru kembali dipasang di kamar mandi pada Hari Pelantikan, seperti yang juga dilakukan sebelumnya.

Menurut buku itu, preferensi Trump agar seluruh lantai kamar mandi dilapisi karpet menjadi tantangan bagi staf Gedung Putih selama masa jabatan pertamanya.

Pasalnya, bagian karpet yang berada di dekat pancuran mandi disebut sering basah kuyup tanpa penyebab yang benar-benar diketahui, sehingga staf khawatir jamur tumbuh di bawah karpet.

Jonathan Swan mengatakan, keberadaan karpet penuh di kamar mandi merupakan hal yang dianggap penting oleh Trump. Untuk mengatasi masalah kelembapan tersebut, staf akhirnya membuat solusi dengan meletakkan sepotong karpet tambahan di depan pancuran layaknya keset kamar mandi. Karpet tambahan itu kemudian diganti dan diputar secara berkala agar karpet utama yang menutupi seluruh lantai kamar mandi tidak terus-menerus lembap.

Chris Hayes mengaku terkejut dengan kebiasaan tersebut. Ia mengatakan, belum pernah menjumpai kamar mandi yang seluruh lantainya dilapisi karpet, sementara Swan menyebut detail itu menjadi salah satu bagian buku yang paling diingat pembaca karena dinilai sangat tidak lazim. Di balik layar Gedung Putih

Selain soal kamar mandi berkarpet, Regime Change juga memuat sejumlah cerita lain mengenai kehidupan di lantai dua Gedung Putih, tempat keluarga presiden tinggal.

Salah satu bab menyebut Trump beberapa kali melakukan penataan ulang interior ketika Ibu Negara Melania Trump sedang tidak berada di Washington. Menurut buku tersebut, Trump bahkan terkadang memindahkan sendiri sejumlah barang ke kamar tidurnya dan mengubah tata letak ruangan sesuai keinginannya.

Haberman dan Swan menulis bahwa aktivitas tersebut membuat staf Gedung Putih kerap merasa berada di tengah-tengah perbedaan preferensi dekorasi antara Trump dan Melania.

Trump membantah isi buku Trump membantah isi Regime Change dan menyebut laporan dalam buku tersebut dipenuhi kebohongan. Dalam unggahan di Truth Social pada akhir bulan lalu, ia menyebut buku itu "sebagian besar dibuat-buat", dan "lebih banyak fiksi". Sementara itu, JD Vance mengaku khawatir buku tersebut kemungkinan mengandalkan rekaman dari Situation Room. Menurutnya, apabila benar demikian, tindakan tersebut dapat tergolong tindak pidana.

Haberman dan Swan tidak mengungkap metode pengumpulan sumber mereka selama tur promosi buku. Namun, keduanya menyatakan bahwa pelaporan dilakukan melalui wawancara dengan lebih dari 1.000 sumber dan telah melewati proses pemeriksaan fakta yang ketat. Buku Regime Change diterbitkan pada 23 Juni dan, menurut penerbit Simon & Schuster, telah terjual lebih dari 300.000 eksemplar.



SUMBERhttps://www.kompas.com/global/read/2026/07/03/205712970/trump-disebut-minta-toilet-gedung-putih-dipasang-karpet-penuh-staf-heran?page=2

Trump Disebut Minta Toilet Gedung Putih Dipasang Karpet Penuh, Staf Heran Trump Disebut Minta Toilet Gedung Putih Dipasang Karpet Penuh, Staf Heran Reviewed by wongpasar grosir on 08.37 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.