Seorang petugas keamanan atau satpam pabrik di kawasan industri Cimareme, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, menjadi korban penganiayaan setelah menegur sejumlah pria yang diduga sedang mengonsumsi minuman keras di depan pos penjagaan. Korban bernama Atep (43) mengalami luka di bagian wajah, leher, dan kepala akibat sabetan benda tajam dalam peristiwa yang terjadi pada Minggu (19/7/2026) dini hari tersebut. Polisi telah menangkap seorang pria bernama Ikbal Supriadi (26) yang diduga melakukan penganiayaan terhadap korban menggunakan pisau lipat.
Peristiwa penganiayaan satpam di Ngamprah itu baru menjadi perhatian publik setelah rekaman detik-detik keributan beredar luas di media sosial. Satpam Tegur Pria yang Diduga Pesta Miras Kasi Humas Polres Cimahi Iptu Gofur Supangkat membenarkan adanya penganiayaan terhadap petugas keamanan di kawasan Cimareme.
"Betul, ada penganiayaan yang dialami seorang security di Cimareme, itu kejadian Minggu dini hari lalu 19 Juli, baru viral kemarin, sudah ditangani Polsek Padalarang," kata Gofur saat dikonfirmasi, Minggu (26/7/2026).
Berdasarkan informasi yang diperoleh polisi, kejadian bermula ketika Atep sedang menjalankan tugas pengamanan di sebuah pabrik di kawasan industri Cimareme. Saat itu, korban melihat sejumlah pria yang diduga sedang menenggak minuman keras di sebuah warung yang berada di depan pos satpam. Atep kemudian menegur kelompok tersebut. Teguran itu diduga membuat sejumlah pria tidak terima hingga akhirnya mendatangi pos tempat korban berjaga.
Situasi selanjutnya berkembang menjadi cekcok antara korban dan sejumlah pria tersebut. Detik-detik Keributan Terekam Video Rekaman video yang beredar di media sosial memperlihatkan tiga pria mendatangi pos penjagaan dan bertemu dengan Atep. Korban dan ketiga pria tersebut terlihat terlibat adu mulut sebelum keributan berubah menjadi perkelahian.
Tidak lama kemudian, tiga pria lain datang ke lokasi kejadian. Mereka terlihat berusaha melerai keributan yang terjadi di depan pos satpam tersebut. Dalam rekaman itu, Atep kemudian diamankan oleh dua orang dan dibawa masuk ke dalam area pabrik.
Korban disebut mengalami sejumlah luka setelah terkena sabetan benda tajam dalam keributan tersebut.
Polisi memastikan benda tajam yang digunakan untuk melukai korban merupakan pisau lipat. Korban Terluka di Wajah, Leher, dan Kepala Akibat penganiayaan tersebut, Atep mengalami luka cukup parah pada beberapa bagian tubuhnya. Gofur mengatakan, luka yang dialami korban terdapat di area wajah, leher, dan kepala.
"Iya korban luka, kena senjata tajam, cukup parah, sempat dibawa ke RS Kawaluyan terus dirujuk ke rumah sakit di Kota Bandung," ungkapnya. Atep awalnya mendapatkan penanganan medis di Rumah Sakit Cahya Kawaluyan, Kabupaten Bandung Barat. Namun, kondisi luka yang dialaminya membuat korban harus dirujuk ke rumah sakit di Kota Bandung untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Belum ada informasi lebih terperinci mengenai kondisi terkini korban setelah menjalani perawatan di rumah sakit. Seorang Terduga Pelaku Ditangkap Polisi bergerak menyelidiki kasus tersebut setelah menerima laporan terkait penganiayaan yang dialami Atep. Dari hasil penyelidikan sementara, polisi mengamankan Ikbal Supriadi, pria berusia 26 tahun yang diduga menyabet korban menggunakan pisau lipat.
"Sudah ditangkap, diamankan untuk diproses," ujar Gofur. Kasus penganiayaan satpam di Cimareme tersebut kini ditangani Polsek Padalarang. Polisi masih memproses terduga pelaku dan mendalami rangkaian kejadian yang menyebabkan korban terluka.
Penyidik juga masih menelusuri keterlibatan pihak lain yang berada di lokasi ketika cekcok dan perkelahian berlangsung. Peristiwa tersebut bermula dari teguran korban terhadap sekelompok pria yang diduga sedang pesta minuman keras di depan pos penjagaan.
Teguran itu kemudian berujung pada kedatangan sejumlah pria ke pos satpam, cekcok, hingga penganiayaan menggunakan pisau lipat yang menyebabkan korban harus menjalani perawatan di rumah sakit.
SPREI KINTAKUN DELUXE 160 VINA

Tidak ada komentar: