Menjalani pola makan bergizi, rutin berolahraga, dan cukup beristirahat sering dianggap sebagai kunci menjaga energi tubuh. Meski begitu, tidak sedikit orang yang masih mengeluhkan rasa lelah berkepanjangan meski telah menerapkan gaya hidup sehat. Menurut Konsultan Penyakit Dalam Aster CMI Hospital Bengaluru, Dr. Pooja Pillai, kelelahan tidak selalu disebabkan oleh kurangnya aktivitas fisik atau pola makan yang buruk.
Ada berbagai faktor tersembunyi yang dapat membuat seseorang tetap merasa lesu meski telah menjalani kebiasaan sehat.
"Sebagian orang tetap merasa lelah meski sudah menjalani gaya hidup sehat karena kelelahan dapat memiliki banyak penyebab tersembunyi di luar pola makan dan olahraga," tutur Dr. Pillai, seperti dikutip Only My Health, Selasa (14/7/2026).
Mengapa tubuh mudah lelah padahal sudah menjalani hidup sehat? Kualitas tidur hingga kekurangan nutrisi dapat menguras energi Dr. Pillai menjelaskan, tidur yang cukup belum tentu berarti tidur berkualitas. Gangguan kualitas tidur membuat tubuh tidak memperoleh waktu pemulihan yang optimal sehingga seseorang tetap merasa lelah saat bangun di pagi hari.
Selain itu, stres, kecemasan, dehidrasi, hingga kekurangan zat gizi seperti zat besi, vitamin D, dan vitamin B12 juga dapat menghambat produksi energi dalam tubuh. Kondisi tersebut sering kali berkembang tanpa disadari karena gejalanya muncul secara bertahap. Gangguan hormon, terutama pada kelenjar tiroid, juga dapat memperlambat metabolisme sehingga tubuh terasa lesu meski aktivitas sehari-hari tidak terlalu berat. Kondisi medis tertentu juga bisa menjadi penyebab Rasa lelah yang terus berlangsung juga dapat menjadi tanda adanya masalah kesehatan yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut. Dr. Pillai menilai, beberapa penyakit seperti anemia, diabetes, sleep apnea, infeksi, hingga gangguan jantung dapat menyebabkan kelelahan berkepanjangan.
Selain itu, olahraga yang dilakukan secara berlebihan tanpa disertai waktu pemulihan yang cukup justru bisa membuat tubuh mengalami kelelahan, bukan menjadi lebih bugar. Oleh karenanya, menjaga keseimbangan antara aktivitas fisik dan waktu istirahat sama pentingnya dengan berolahraga secara rutin. Waspadai gejala yang perlu segera diperiksakan Meski kelelahan sesekali merupakan hal yang normal, ada beberapa kondisi yang tidak boleh diabaikan.
Dr. Pillai menyarankan segera berkonsultasi dengan dokter apabila rasa lelah berlangsung selama beberapa minggu atau disertai gejala lain, seperti sesak napas, pusing, nyeri dada, penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas, sulit berkonsentrasi, suasana hati yang terus menurun, atau gangguan tidur. "Jika rasa lelah mengganggu aktivitas sehari-hari atau tidak membaik meski sudah beristirahat, diperlukan pemeriksaan medis untuk menemukan penyebab yang mendasarinya dan memulai penanganan sedini mungkin," imbau Dr. Pillai. Untuk membantu mencegah kelelahan, ia menyarankan menjaga jam tidur yang teratur, mencukupi kebutuhan cairan, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, mengelola stres, dan membatasi konsumsi kafein.
Selain itu, menghindari penggunaan gawai sebelum tidur, memberi jeda istirahat saat bekerja, serta menjalani pemeriksaan kesehatan secara berkala juga tidak boleh terlewatkan. Dengan begitu, kekurangan nutrisi maupun penyakit tertentu dapat terdeteksi lebih awal, sehingga penanganan dapat dilakukan sebelum keluhan bertambah berat.
![]() |
| Bedcover Fata T25 120 X 200 Pizarro |
.jpeg)
Tidak ada komentar: