Ketahui, Beda Ciri Jerawat Stres dan Hormonal

 


Jerawat sering kali langsung dikaitkan dengan perubahan hormon, terutama saat memasuki masa pubertas, menjelang menstruasi, atau mengalami stres. Padahal, hormon bukanlah satu-satunya penyebab munculnya masalah kulit yang satu ini. Memahami penyebab yang mendasarinya menjadi langkah penting agar penanganan jerawat dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing. "Pada saat stres, hormon stresmu meningkat dan memicu kelenjar minyak untuk memproduksi lebih banyak minyak, yang kemudian memicu munculnya jerawat, jelas dokter kulit Donna Hart, MD, mengutip Byrdie, Selasa (7/7/2026).

Serba-serbi jerawat stres Hormon berperan dalam memicu jerawat, tetapi perbedaan utamanya terletak pada waktu kemunculan. Jika wajah rutin berjerawat menjelang masa menstruasi, kamu kemungkinan besar sedang mengalami jerawat hormonal.

"Perubahan hormonal, terutama peningkatan kadar androgen, memiliki efek yang sama pada kelenjar minyak," tutur dr. Hart.

"Cara utama untuk mengetahui perbedaannya adalah dengan melacak pemicu jerawat, misalnya, setelah masa stres versus lebih sering dengan siklus menstruasi bulanan," lanjut dia.

Ahli kecantikan selebritas sekaligus pendiri merek Peach & Lily, Alicia Yoon, menambahkan, jerawat stres secara teknis merupakan bentuk jerawat hormonal. "Stres dapat memicu respons hormonal, yang memicu hal-hal seperti produksi minyak yang lebih tinggi, yang dapat menyebabkan jerawat," ungkap dia. "Dan frasa 'jerawat hormonal' lebih dipahami secara umum sebagai jerawat yang dipicu oleh fluktuasi hormonal yang disebabkan oleh hal-hal seperti siklus menstruasi, kehamilan, menopause, PCOS, atau pola hormonal spesifik yang dimiliki tubuh," imbuh Yoon.

Lokasi kemunculan jerawat Terkait lokasi kemunculannya, dokter kulit Lian Mack, MD, menuturkan, jerawat yang memburuk atau disebabkan oleh stres biasanya muncul di bagian wajah yang paling berminyak seperti zona-T. "Stres memicu peningkatan kadar kortisol, yang meningkatkan produksi minyak yang mengakibatkan pori-pori tersumbat dan memperburuk jerawat," kata dr. Mack. Sebaliknya, dokter kulit Michele Green, MD, menuturkan, jerawat akibat haid lebih sering berada di sekitar dagu dan rahang. "Jerawat hormonal biasanya muncul di tempat yang sama berulang kali, dan menjadi sangat kronis karena telah mengumpulkan begitu banyak minyak selama berhari-hari atau bahkan berminggu-minggu," terang dr. Green. Selain itu, jerawat karena stres juga sering dibarengi rasa gatal dan kulit yang kemerahan.

Saat tertekan, tubuh otomatis menghasilkan lebih banyak kortisol. Lonjakan tersebut pada akhirnya mendongkrak produksi sebum berlebih yang menyumbat pori-porimu. "Jerawat stres dapat terjadi kapan saja, pada usia berapa saja. Biasanya, pada orang dewasa, itu karena mereka stres di tempat kerja atau di rumah. Pada orang yang lebih muda, itu sebagian besar karena faktor kesibukan studi," lanjut Green.

Pilihan perawatan kulit Untuk penanganannya, Green merekomendasikan, perawatan topikal, sesuatu seperti asam salisilat, yang dapat ditemukan di apotek. Namun, perawatan lanjutan wajib disesuaikan kembali dengan jenis keluhannya. "Jika kamu memiliki jerawat stres yang paling konsisten dengan komedo, yaitu komedo putih dan komedo hitam, carilah produk yang mendorong pergantian sel dan mengurangi produksi minyak seperti asam salisilat atau turunan vitamin A seperti retinoid atau retinol," papar dr. Mack. Jika jerawat stres memiliki les merah, meradang, dan berada di bawah kulit, pertimbangkan untuk menemui dokter kulit untuk penanganan lebih lanjut.

Apabila tidak memiliki akses ke dokter, kompres hangat ke area tersebut untuk membantu mengurangi rasa sakit.

Kelola pikiran Mengingat tekanan stres adalah biang keladi utamanya, langkah penyembuhan terbaik adalah mengelola stres, sebab mustahil menghindarinya sama sekali. Pendekatan holistik yang mengistirahatkan sistem saraf pusat perlu dipertimbangkan. "Di luar produk, pendekatan terbaik adalah menghilangkan stres. Beberapa penghilang stres yang bermanfaat meliputi meditasi, self-talk yang positif, berjalan-jalan, ngobrol dengan teman yang dipercaya, atau mencari tahu apa akar stres itu," kata Yoon.


SUMBERhttps://lifestyle.kompas.com/read/2026/07/08/080000720/ketahui-beda-ciri-jerawat-stres-dan-hormonal?page=2

Ketahui, Beda Ciri Jerawat Stres dan Hormonal Ketahui, Beda Ciri Jerawat Stres dan Hormonal Reviewed by wongpasar grosir on 08.33 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.