Setiap bahan aktif dalam produk perawatan kulit memiliki karakteristik molekul dan tujuannya masing-masing. Terkadang ada kandungan yang bekerja selaras, tetapi ada pula yang justru saling meniadakan khasiatnya saat disatukan. Lebih parahnya, perpaduan yang keliru bisa memicu iritasi dan peradangan parah pada wajahmu. Saat ini, ada dua kandungan produk skincare yang paling laris digunakan, yaitu niacinamide dan vitamin C. Muncul pertanyaan tentang seberapa aman jika keduanya diaplikasikan secara berbarengan. Simak penjelasan ahlinya, dikutip dari Byrdie, Kamis (9/7/2026).
Panduan aman menggabungkan niacinamide dan vitamin C Mengenal khasiat niacinamide Niacinamide yang juga dikenal luas sebagai turunan vitamin B3 menyimpan berbagai khasiat bagi kesehatan kulit.
"Di antara banyak keunggulannya, bahan ini membantu kulit memproduksi ceramide untuk meningkatkan fungsi pelindung kulit dan hidrasi," papar dokter spesialis kulit Emily Arch, MD.
Selain itu, niacinamide juga meningkatkan produksi kolagen untuk membantu menyamarkan garis halus dan pori-pori, menghambat produksi sebum berlebih, dan dapat membantu mencerahkan perubahan warna kulit. Dokter spesialis kulit Charlotte Birnbaum, MD, menambahkan bahwa bahan ajaib ini memiliki sifat antiradang dan antioksidan. Hal tersebut menjadikan niacinamide sangat aman dan bersahabat bagi orang-orang yang tengah berjuang melawan masalah jerawat maupun kemerahan akibat rosacea.
Keunggulan vitamin C Sama halnya dengan niacinamide, vitamin C juga punya daftar panjang soal manfaatnya. Bahan aktif ini sangat ampuh menetralkan efek buruk radikal bebas yang bisa merusak struktur kulit terdalam.
Dokter Birnbaum menjelaskan bahwa kehadiran vitamin ini sangat penting dalam menunjang proses produksi kolagen secara alami, memperbaiki tampilan kerutan halus, sekaligus menekan jumlah produksi pigmen untuk mencerahkan noda hitam di wajah. Mitos larangan mencampur keduanya Ahli kimia kosmetik independen, Perry Romanowski, mengatakan, sangat diperbolehkan untuk mengoleskan skincare mengandung kedua bahan ini berbarengan.
Anggapan yang melarang perpaduan tersebut rupanya bermula dari penelitian masa lalu yang sudah tidak lagi relevan dengan inovasi produk kosmetik modern. "Beberapa penelitian yang dilakukan pada tahun 1960-an menunjukkan interaksi negatif dan keduanya berpotensi bereaksi untuk menghasilkan asam nikotinat, yang dapat menyebabkan kemerahan dan gatal pada kulit," jelas Romanowski. Ia melanjutkan bahwa kondisi iritasi tersebut hanya bisa terjadi saat asam askorbat murni dan niacinamide terpapar oleh suhu yang sangat tinggi.
Situasi ekstrem semacam ini tentu nyaris mustahil terjadi pada formulasi masa kini yang umumnya disimpan di suhu ruangan.
Terlebih lagi, mayoritas produk saat ini memakai wujud turunan vitamin C yang jauh lebih stabil ketimbang asam askorbat murni. Dokter Arch turut mengingatkan bahwa vitamin C pada dasarnya sudah tersimpan secara alami di dalam kulit tubuh. "Jika kedua bahan tersebut tidak cocok, kita semua akan menderita saat menggunakan niacinamide topikal," ucap dia.
Cara memakai vitamin C dan niacinamide Kedua bahan pencerah ini akan bekerja menembus lapisan kulit dari sudut yang berbeda. Romanowski menuturkan, vitamin C bertugas memblokir enzim pembentuk pigmen kulit.
Sementara itu, niacinamide berupaya menahan perpindahan pigmen tersebut di dalam jaringan sel.
Mengenai cara pakainya, para ahli sepakat bahwa memakai dua produk berbeda secara berlapis jauh lebih disarankan ketimbang mencari satu produk gabungan. Pakailah produk vitamin C yang berdiri sendiri, lalu lapisi dengan serum niacinamide.
![]() |
| Bedcover Bonita Rumbai Folix |

Tidak ada komentar: