Sejumlah pedagang sembako kecil di Kabupaten Pesawaran, Lampung, mengeluhkan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis atau MBG. Mereka menilai program tersebut belum memberi dampak positif bagi pedagang kecil di pasar tradisional karena kebutuhan bahan pangan diduga lebih banyak dipasok melalui pihak tertentu. Keluhan itu disampaikan salah seorang pedagang sembako di Pasar Kedondong, Enggo, Minggu (14/6/2026).
Pedagang kecil merasa tidak dilibatkan Enggo mengatakan, pedagang kecil belum banyak dilibatkan dalam pemenuhan bahan pangan untuk program MBG. Menurut dia, pola pengambilan barang dari satu pihak membuat pedagang kecil kesulitan memperoleh stok dengan harga yang lebih bersaing.
“Pedagang-pedagang kecil tidak terlalu dilibatkan. Barang diambil ke satu pihak, jadi seperti dimonopoli. Akibatnya, kami mendapat barang dengan harga lebih mahal dan menjualnya juga lebih sulit,” ujarnya.
Enggo menyebut, kondisi tersebut ikut memengaruhi ketersediaan barang di tingkat pedagang kecil. Stok yang terbatas membuat pedagang kecil sulit menjaga harga tetap kompetitif di tengah persaingan pasar. Sebut pasokan barang dimonopoli, pedagang dapat harga tinggi Enggo berharap pemerintah membuka akses distribusi yang lebih mudah bagi pedagang kecil.
Menurut dia, keterlibatan pedagang kecil penting agar manfaat program MBG juga dirasakan pelaku usaha di pasar tradisional. “Pedagang kecil sangat merasakan dampaknya. Kalau bisa, akses mendapatkan barang dipermudah. Kalau sudah dimonopoli, kami kesulitan mendapatkan barang dengan harga yang terjangkau dan akhirnya pembeli juga membanding-bandingkan harga,” katanya. Enggo menilai, akses pasokan yang lebih terbuka dapat membantu pedagang kecil tetap bersaing dan memenuhi kebutuhan masyarakat dengan harga terjangkau.
Harga sembako di Pasar Kedondong masih fluktuatif Di tengah keluhan soal distribusi bahan pangan, harga sejumlah komoditas di Pasar Kedondong masih bergerak naik turun. Fluktuasi harga terutama terjadi pada komoditas cabai dan bawang.
Enggo mengatakan, harga cabai masih sangat bergantung pada pasokan yang masuk ke pasar.
“Kalau cabai itu tergantung pasokan. Sampai sekarang belum ada pengaruh yang terlalu terasa, memang harganya biasa naik turun,” kata Enggo. Cabai rawit hijau tembus Rp 70.000 per kilogram Harga cabai merah eceran di Pasar Kedondong saat ini berada di kisaran Rp 40.000 per kilogram. Cabai rawit hijau dijual sekitar Rp 60.000 hingga Rp 70.000 per kilogram. Sementara itu, cabai hijau dibanderol sekitar Rp 35.000 hingga Rp 40.000 per kilogram. Harga bawang naik, telur dan minyak goreng stabil Selain cabai, harga bawang di Pasar Kedondong juga mengalami kenaikan. Enggo mengatakan, bawang merah saat ini dijual sekitar Rp 60.000 per kilogram.
Harga bawang putih berada di kisaran Rp 38.000 hingga Rp 40.000 per kilogram. Di sisi lain, harga telur masih relatif stabil di angka Rp 27.000 per kilogram. Minyak goreng juga belum mengalami perubahan harga yang berarti. Pedagang berharap ada perhatian pemerintah Keluhan pedagang kecil di Pesawaran menunjukkan pentingnya pemerataan akses ekonomi dalam pelaksanaan program pemerintah. Program MBG tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan gizi penerima manfaat, tetapi juga berpotensi menggerakkan ekonomi lokal apabila melibatkan pelaku usaha kecil.
Pedagang berharap pemerintah memastikan distribusi bahan pangan berjalan lebih terbuka agar pelaku usaha di pasar tradisional tetap mendapat ruang dalam rantai pasok kebutuhan program tersebut.
Tidak ada komentar: