Jangan Anggap Sepele Cuaca Panas, Heat Stroke Bisa Mengancam Saat Kemarau

 


Musim kemarau 2026 diperkirakan berlangsung lebih panjang dan lebih kering di sejumlah wilayah Indonesia. Di balik cuaca panas yang sering dianggap biasa, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mengingatkan adanya risiko gangguan kesehatan serius, salah satunya heat stroke. Melalui unggahan akun Instagram resmi @kemenkes_ri pada Senin (8/6/2026), Kemenkes menyebut penyakit akibat panas, termasuk dehidrasi ekstrem dan heat stroke, menjadi salah satu dampak kesehatan yang perlu diwaspadai selama musim kemarau. Kondisi ini dapat terjadi ketika tubuh kehilangan terlalu banyak cairan atau tidak mampu mengendalikan suhu tubuh akibat paparan panas yang berlebihan.

Apa itu heat stroke? Heat stroke merupakan kondisi yang terjadi ketika tubuh mengalami peningkatan suhu secara ekstrem akibat paparan panas yang berkepanjangan.

Menurut Kemenkes, heat stroke termasuk salah satu gangguan kesehatan yang dapat muncul selama musim kemarau, terutama saat suhu lingkungan meningkat dan tubuh tidak mendapatkan cukup cairan. Risiko ini dapat bertambah apabila seseorang tetap melakukan aktivitas di luar ruangan dalam kondisi cuaca panas atau tidak mencukupi kebutuhan cairan harian. Karena itu, masyarakat diminta tidak menganggap remeh cuaca panas yang terjadi selama musim kemarau.

Musim kemarau tidak hanya ditandai dengan berkurangnya curah hujan, tetapi juga peningkatan suhu udara di sejumlah wilayah. Kemenkes menjelaskan bahwa musim kemarau tahun ini diperkirakan berlangsung lebih panjang, dimulai sejak April dan masih meluas hingga Mei dan Juni.

Semakin lama paparan panas yang diterima tubuh, semakin besar pula risiko seseorang mengalami gangguan kesehatan terkait suhu tinggi. Selain itu, cuaca panas juga dapat menyebabkan tubuh kehilangan cairan lebih cepat melalui keringat. Jika cairan yang hilang tidak segera digantikan, kondisi tersebut dapat berkembang menjadi dehidrasi ekstrem dan meningkatkan risiko heat stroke.

Kelompok yang perlu lebih waspada Tidak semua orang memiliki tingkat risiko yang sama saat menghadapi cuaca panas. Menurut Kemenkes, beberapa kelompok yang perlu mendapatkan perhatian lebih selama musim kemarau meliputi: Anak-anak Lansia Ibu hamil Orang dengan penyakit penyerta atau komorbid Kelompok tersebut cenderung lebih rentan mengalami gangguan kesehatan akibat perubahan cuaca maupun suhu lingkungan yang meningkat. Karena itu, keluarga diimbau lebih memperhatikan kondisi anggota keluarga yang termasuk dalam kelompok rentan tersebut.

Cara melindungi diri dari dampak cuaca panas Kemenkes menegaskan bahwa risiko kesehatan selama musim kemarau dapat dikurangi melalui langkah-langkah sederhana yang dilakukan sehari-hari. Salah satu yang paling penting adalah memperbanyak konsumsi air putih untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh. Masyarakat juga dianjurkan menghindari konsumsi alkohol maupun minuman berkafein secara berlebihan karena dapat memperburuk risiko kehilangan cairan.

Selain itu, aktivitas di luar ruangan sebaiknya dikurangi ketika cuaca sangat panas atau saat kualitas udara sedang memburuk. Kemenkes juga mengimbau masyarakat untuk terus memantau kondisi kesehatan selama musim kemarau.

Jika muncul keluhan kesehatan atau kondisi tubuh terasa menurun setelah terpapar cuaca panas, masyarakat disarankan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Di tengah musim kemarau yang diperkirakan berlangsung lebih panjang tahun ini, menjaga kecukupan cairan dan membatasi paparan panas berlebihan menjadi langkah sederhana yang dapat membantu mencegah dehidrasi maupun heat stroke.


SUMBERhttps://health.kompas.com/read/26F10080000068/jangan-anggap-sepele-cuaca-panas-heat-stroke-bisa-mengancam-saat-kemarau

Jangan Anggap Sepele Cuaca Panas, Heat Stroke Bisa Mengancam Saat Kemarau Jangan Anggap Sepele Cuaca Panas, Heat Stroke Bisa Mengancam Saat Kemarau Reviewed by wongpasar grosir on 08.15 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.