Berapa Kali Boleh Makan Mi Instan? Ahli Gizi Ungkap Batas Aman dalam Seminggu dan Sebulan

 


Mi instan merupakan salah satu makanan praktis yang populer di berbagai negara. Hal itu disebabkan mi instan mudah disiapkan, memiliki banyak varian rasa, dan relatif terjangkau. Mi instan seringkali menjadi andalan menu makanan saat kondisi keuangan sedang menipis. Namun, konsumsi mi instan yang terlalu sering dikhawatirkan dapat berdampak bagi kesehatan. Lantas, berapa batas konsumsi mie instan untuk setiap orang?

Mie instan tak cukup penuhi gizi tubuh Ahli Gizi Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya, Tri Kurniawati mengatakan, mi instan belum dapat dikategorikan sebagai makanan lengkap. Mi instan memiliki bahan dasar tepung terigu memang kaya karbohidrat. Namun, kandungan protein, vitamin, dan mineralnya relatif rendah sehingga belum mampu memenuhi kebutuhan gizi seimbang tubuh. "Pemenuhan kebutuhan gizi dari mi instan dapat diperoleh jika ditambahkan sayuran dan sumber protein," ujar Tri, dikutip dari Kompas.com, Senin (8/5/2023). Tri menjelaskan, dalam satu kali penyajian, mi instan umumnya mengandung lemak dan natrium yang cukup tinggi, namun rendah serat, vitamin, dan mineral. Karena itu, konsumsi mi instan secara berlebihan berpotensi meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan, contohnya seperti obesitas abdominal (penumpukan lemak di area perut) dan hiperkolesterolemia atau kadar kolesterol tinggi.

Dr. Hyun Joon Shin dari Baylor Heart and Vascular Hospital, Texas, mengungkapkan dalam penelitiannya yang terbit di The Journal of Nutrition. Penelitian tersebut dilakukan di Korea Selatan, salah satu negara dengan tingkat konsumsi mi instan tertinggi di dunia, menemukan adanya hubungan antara konsumsi mi instan dan peningkatan risiko gangguan metabolik, terutama pada wanita. Menurut Shin, perbedaan tersebut kemungkinan dipengaruhi oleh faktor biologis, termasuk hormon dan metabolisme yang berbeda antara pria dan wanita. Selain itu, ada kemungkinan wanita melaporkan pola makan hariannya dengan lebih rinci dibandingkan pria sehingga hubungan tersebut lebih mudah terdeteksi dalam penelitian. Peneliti juga menyoroti peran bisphenol A (BPA), yaitu bahan kimia yang digunakan dalam beberapa kemasan mi instan berbahan styrofoam. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa BPA dapat mengganggu sistem hormon dalam tubuh, khususnya hormon estrogen.

2 kali per minggu hingga 2 kali per bulan Tri mengungkapkan, sejumlah penelitian menemukan bahwa konsumsi mi instan lebih dari dua bungkus dalam seminggu dapat meningkatkan risiko sindrom metabolik, terutama pada perempuan.

Menurut dia, kebiasaan makan mi instan dalam jumlah berlebihan juga sering kali berkaitan dengan pola makan yang kurang sehat. Orang yang sering mengonsumsi mi instan cenderung lebih banyak mengonsumsi makanan cepat saji dan lebih sedikit makan buah maupun sayuran.

Karena itu, Tri menyarankan masyarakat untuk membatasi konsumsi mi instan maksimal dua bungkus per minggu dan tidak menjadikannya sebagai menu harian. Jika ingin mengonsumsi mi instan, ia menyarankan untuk menambahkan sayuran serta sumber protein, seperti telur, ayam, ikan, daging, tempe, atau tahu agar nilai gizinya lebih lengkap. Tri juga mengingatkan agar mi instan tidak dikonsumsi bersama nasi tanpa tambahan lauk bergizi. Pasalnya, kombinasi tersebut didominasi oleh karbohidrat sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh secara seimbang.

Dikutip dari Kompas.com, Rabu (15/7/2020), ahli diet dari Mount Elizabeth Hospital, Seow Vi Vien mengatakan, tidak ada rekomendasi resmi mengenai jumlah konsumsi mi instan karena makanan tersebut tidak dapat dianggap sebagai pengganti makanan utama. Meski demikian, Vien menyarankan agar konsumsi mi instan dibatasi sekitar satu hingga dua kali dalam seminggu. Sementara itu, Profesor Nutrisi dan Epidemiologi dari Harvard University, Dr. Frank B. Hu, merekomendasikan frekuensi yang lebih rendah, yakni sekitar satu hingga dua kali dalam sebulan.

Menurut Hu, kebiasaan mengonsumsi mi instan beberapa kali dalam seminggu berpotensi meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan




SUMBERhttps://www.kompas.com/tren/read/2026/06/13/070000865/berapa-kali-boleh-makan-mi-instan-ahli-gizi-ungkap-batas-aman-dalam?page=2

Berapa Kali Boleh Makan Mi Instan? Ahli Gizi Ungkap Batas Aman dalam Seminggu dan Sebulan Berapa Kali Boleh Makan Mi Instan? Ahli Gizi Ungkap Batas Aman dalam Seminggu dan Sebulan Reviewed by wongpasar grosir on 08.22 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.