Abrasi Gerus Bengkulu, 712 Hektare Daratan Hilang dalam Dua Dekade

 

Yayasan Genesis Bengkulu mengungkapkan bahwa Provinsi Bengkulu telah kehilangan daratan pesisir seluas 712,81 hektare akibat abrasi sepanjang periode 2002 hingga 2024. Temuan ini menjadi peringatan serius terkait kondisi kawasan pesisir yang terus mengalami tekanan dalam kurun waktu lebih dari dua dekade. Data tersebut disampaikan oleh Kepala Divisi Riset dan Kajian Agraria Yayasan Genesis Bengkulu, Selvia Ayunetra, berdasarkan hasil kajian terbaru yang dilakukan pada tahun 2026. "Berdasarkan hasil kajian kami pada 2026 ini, sepanjang periode 2002 sampai 2024 telah terjadi kehilangan daratan seluas 712,81 hektare yang tersebar di 109 desa pada tujuh kabupaten dan kota," kata Selvia di Bengkulu, Rabu (24/6/2026) dikutip dari Antara.

Apa yang menyebabkan hilangnya daratan pesisir? Selvia menjelaskan bahwa abrasi menjadi faktor utama penyebab hilangnya daratan di wilayah pesisir Bengkulu.

Fenomena ini terjadi akibat pengikisan garis pantai oleh gelombang laut yang berlangsung secara terus-menerus. Kajian yang dilakukan menggunakan citra satelit tersebut bertujuan untuk memantau perubahan kawasan pesisir secara akurat dalam jangka panjang. Dengan pendekatan tersebut, perubahan garis pantai dapat teridentifikasi secara detail dari waktu ke waktu. Menurut Selvia, hasil kajian ini tidak hanya menggambarkan kondisi terkini, tetapi juga menjadi dasar bagi berbagai pihak untuk merumuskan langkah penanganan yang tepat.

Mengapa abrasi menjadi ancaman serius? Abrasi pesisir tidak hanya berdampak pada hilangnya daratan, tetapi juga berpotensi mengancam keselamatan masyarakat yang tinggal di kawasan tersebut. Oleh karena itu, persoalan ini dinilai memiliki dampak luas terhadap keberlanjutan wilayah pesisir. "Untuk abrasi sendiri, bahkan sampai beberapa tahun ke depan kita masih akan terus amati, karena ini berkaitan dengan keselamatan Provinsi Bengkulu itu sendiri," kata dia. Selain itu, abrasi juga berdampak pada berbagai sektor penting, antara lain: Permukiman warga yang berada di dekat garis pantai Fasilitas umum seperti jalan dan bangunan publik Lahan produktif yang digunakan untuk kegiatan ekonomi Ekosistem pesisir yang berfungsi sebagai pelindung alami.

Seberapa luas dampak abrasi di Bengkulu? Dalam Kajian Darurat Abrasi Pesisir Provinsi Bengkulu 2026, disebutkan bahwa sepanjang 190,24 kilometer garis pantai mengalami abrasi aktif. Kondisi ini menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah pesisir Bengkulu berada dalam kondisi rentan. Tidak hanya itu, kajian tersebut juga mencatat bahwa: Sebanyak 1.885 unit bangunan berada di zona sangat rentan terhadap abrasi Sebanyak 52 bangunan berada dalam kondisi kritis karena jaraknya kurang dari 20 meter dari garis pantai aktif Data ini memperlihatkan bahwa ancaman abrasi tidak hanya bersifat lingkungan, tetapi juga langsung berdampak pada kehidupan masyarakat.

Apa langkah yang akan dilakukan ke depan? Yayasan Genesis Bengkulu menegaskan bahwa pemantauan terhadap kawasan pesisir akan terus dilakukan secara berkelanjutan. Langkah ini penting untuk memastikan perkembangan abrasi dapat diantisipasi sejak dini.

Selain itu, pihaknya juga mendorong keterlibatan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, akademisi, hingga masyarakat, dalam upaya penanganan abrasi. Pendekatan kolaboratif ini diharapkan mampu menghasilkan kebijakan dan tindakan yang lebih terukur serta berkelanjutan.


SUMBERhttps://regional.kompas.com/read/2026/06/25/074500078/abrasi-gerus-bengkulu-712-hektare-daratan-hilang-dalam-dua-dekade

Abrasi Gerus Bengkulu, 712 Hektare Daratan Hilang dalam Dua Dekade Abrasi Gerus Bengkulu, 712 Hektare Daratan Hilang dalam Dua Dekade Reviewed by wongpasar grosir on 09.03 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.