Siswa SD di Tulungagung Terpapar Jaringan Teroris Internasional lewat Game Online

 


Seorang siswa kelas 6 Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, kini tengah menjalani pendampingan intensif oleh Unit Pelaksana Teknis Perlindungan Perempuan dan Anak (UPT PPA) setelah terdeteksi terpapar jaringan kelompok teroris. Siswa tersebut diketahui masuk ke dalam pusaran paham radikalisme dan doktrin terorisme melalui interaksi di berbagai platform game online populer seperti Mobile Legends, Free Fire (FF), hingga Roblox.

Berawal dari Game Online dan Grup Telegram Kepala UPT PPA Kabupaten Tulungagung, Dwi Yanuarti, menjelaskan bahwa paparan tersebut bermula saat korban berkomunikasi dengan orang asing di dalam gim. Dari sana, korban diarahkan untuk bergabung ke dalam grup Telegram yang berisi konten-konten radikal. Beruntung, aktivitas mencurigakan tersebut segera terendus oleh pemantauan siber Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Densus 88 Antiteror.

"Dia ketahuannya saat masih tahap awal. Tapi kalau diteruskan, masuknya doktrin terorisme," ujar Dwi Yanuarti kepada media, Rabu (13/5/2026).

Selain melalui gim, korban yang memiliki kemampuan bahasa Inggris cukup baik ini juga aktif mengunggah konten bernuansa kekerasan di TikTok. Hal ini memicu ketertarikan jaringan teroris internasional untuk merekrutnya ke dalam lima grup WhatsApp yang berbeda.

Transformasi Sikap Setelah Deradikalisasi Proses deradikalisasi terhadap siswa tersebut telah dilakukan sejak awal Desember 2025. Setelah menjalani pendampingan psikososial dan edukasi kebangsaan selama beberapa bulan, perubahan positif mulai terlihat pada perilaku sang anak. Dwi mengungkapkan, awalnya siswa tersebut sangat tertutup dan enggan bersosialisasi dengan lingkungan sekitar. "Dulu kalau ketemu orang pasti menunduk, tidak mau melihat wajah. Sekarang dia sudah ceria, berkomunikasi dengan siapa saja," sambung Dwi. UPT PPA juga membawa siswa tersebut ke psikolog untuk memetakan minat dan bakatnya. Langkah ini diambil agar energi sang anak bisa tersalurkan ke hal-hal positif sehingga tidak kembali terjerumus ke jaringan kelompok garis keras.

Pengalihan Minat ke Prestasi Esports Berdasarkan hasil pemetaan bakat, siswa tersebut diketahui memiliki kegemaran tinggi terhadap game online. Alih-alih melarangnya bermain gim, pihak UPT PPA justru mengarahkan minat tersebut ke jalur prestasi melalui organisasi Esports. "Ternyata dia senang gim daring, kami salurkan lewat organisasi e-sport. Kami ikutkan setiap kali ada turnamen," ungkap Dwi. Pemerintah berharap dengan mengubah orientasi dari sekadar bermain gim menjadi atlet berprestasi, anak tersebut akan memiliki lingkungan pergaulan yang lebih sehat dan terpantau.

Pentingnya Pengawasan Orang Tua terhadap Gawai Kasus ini menjadi alarm bagi para orang tua untuk lebih waspada terhadap keamanan digital anak. Menurut Dwi, anak-anak seringkali mencari validasi atau pengakuan di dunia maya namun berakhir pada lingkungan yang salah. Pihak UPT PPA menekankan beberapa poin penting bagi orang tua: Waspada gawai terkunci: Orang tua patut curiga jika anak terlalu sering mengunci diri di kamar dengan ponsel yang diberi kata sandi (password). Periksa riwayat komunikasi: Secara berkala, orang tua wajib memeriksa aplikasi pesan singkat seperti WhatsApp dan Telegram. Batasi akses akun: Meskipun Kementerian Komunikasi dan Digital melakukan pembatasan usia, hal itu akan sia-sia jika orang tua memberikan akses akun pribadi mereka kepada anak. "Lingkungan sekitarnya tidak tahu apa yang dikerjakan anak ini. Dia terpapar setelah berkomunikasi lewat gim," papar Dwi.

Kepala Dinas Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KBPPPA) Tulungagung, Kasil Rokhmad, menambahkan bahwa selain kasus pelajar SD ini, pihaknya juga mencatat adanya satu pelajar SMA asal Tulungagung yang mengalami kasus serupa di luar daerah.

"Kami mengimbau orang tua agar lebih aktif mengawasi aktivitas digital anak. Pengawasan dan komunikasi keluarga menjadi kunci pencegahan paparan radikalisme sejak dini," pungkas Kasil.


SUMBERhttps://surabaya.kompas.com/read/2026/05/15/065324978/siswa-sd-di-tulungagung-terpapar-jaringan-teroris-internasional-lewat-game

Siswa SD di Tulungagung Terpapar Jaringan Teroris Internasional lewat Game Online Siswa SD di Tulungagung Terpapar Jaringan Teroris Internasional lewat Game Online Reviewed by wongpasar grosir on 08.16 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.