Bahasa Inggris Jangan Hanya di Kelas, Wamendikdasmen: Siswa Sulit Mahir

 


Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat menilai penting ada peningkatan kapasitas guru mata pelajaran bahasa Inggris. 

Sebab, menurut Atip, saat ini peringkat Indonesia dalam Indeks Kecakapan bahasa Inggris global masih terbilang rendah. 

Dikatakannya, berdasarkan hasil pemeringkatan yang dilakukan oleh Education First EPI (English Proficiency Index, 2024), Indonesia menduduki peringkat 80 dari 116 negara di dunia, dan peringkat 12 dari 23 negara di Asia.

“Saya ingin tekanan agar bahasa Inggris ini jangan berhenti sebagai mata pelajaran yang diajarkan karena tidak akan menjadikan anak didik kita mahir berbahasa kalau hanya berhenti sebagai pelajaran tapi harus betul-betul sebagai alat untuk berkomunikasi,” kata Atip dikutip dari keterangan tertulis, Rabu (13/5/2026).

Atip juga mendorong supaya guru-guru mulai menggunakan bahasa Inggris saat memberikan pembelajaran bahasa Inggris di kelas agar para siswa menjadi terbiasa.

Atip pun optimistis melalui pelatihan para guru mampu dan bisa lebih kecakapan dalam memberikan pembelajaran berbahasa Inggris di kelas. 

“Belajar bahasa Inggris di SD jangan berhenti sebagai pelajaran. Oleh karena itu, berdialoglah dalam Bahasa Inggris saat menyampaikan pelajaran dan jangan takut untuk belajar Bahasa Inggris,” ujarnya.


Lakukan pelatihan guru SD dalam mengajar Bahasa Inggris 

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) kata Atip, juga mulai melakukan pelatihan guru SD dalam mengajar Bahasa Inggris. 

Pelatihan itu ada dalam program Peningkatan Kompetensi Guru Sekolah Dasar Mengajar bahasa Inggris (PKGSD-MBI).

“Tanda arah baru transformasi pendidikan Indonesia menjelang penerapan bahasa Inggris sebagai mata pelajaran (Mapel) wajib di tingkat Sekolah Dasar mulai tahun ajaran baru 2027/2028,” ucapnya. 

Sementara itu, Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Kemendikdasmen, Nunuk Suryani, mengungkapkan program PKGSD-MBI adalah sebuah upaya percepatan dalam meningkatkan kemahiran murid dalam berbahasa Inggris.


Program pelatihan PKGSD-MBI didesain dengan pendekatan baru sehingga para peserta akan menjalani pelatihan dengan mudah dan menyenangkan. “Sebanyak 5.777 guru dari 34 provinsi dan 177 Kabupaten/Kota dipastikan berpartisipasi dalam pelatihan tahap pertama ini. Jawa Barat merupakan provinsi dengan peserta terbanyak, dengan total peserta 609. Provinsi lain dengan jumlah peserta terbanyak adalah Jawa Tengah dengan 588 peserta, Jawa Timur 383 peserta, Riau 321 peserta, dan 278 peserta di Sulawesi Selatan,” kata Nunuk. 

Dirjen Nunuk juga menjelaskan bahwa dengan target 90.447 guru, maka pelatihan ini akan dilakukan secara bertahap setiap tahun.

Pada tahun 2026, Kemendikdasmen menargetkan untuk melatih 10.000 peserta, tahun 2027 sebanyak 30.000 peserta, tahun 2028 sebanyak 30.000 peserta, dan pada tahun 2029 sebanyak 20.447. 

“Dengan skema ini, kebutuhan guru yang mengajar bahasa Inggris di SD akan tuntas dibor pada tahun 2029,” jelas Nunuk.



SUMBER: https://www.kompas.com/edu/read/2026/05/14/085601471/bahasa-inggris-jangan-hanya-di-kelas-wamendikdasmen-siswa-sulit-mahir?source=headline

Bahasa Inggris Jangan Hanya di Kelas, Wamendikdasmen: Siswa Sulit Mahir Bahasa Inggris Jangan Hanya di Kelas, Wamendikdasmen: Siswa Sulit Mahir Reviewed by wongpasar grosir on 10.04 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.