Apakah Intermittent Fasting Bisa Memicu Asam Lambung Naik?

 


Intermittent fasting atau puasa berselang semakin populer sebagai metode diet yang dinilai efektif untuk menurunkan berat badan dan menjaga kesehatan metabolik.  Di balik manfaat tersebut, apakah pola makan ini justru bisa memicu asam lambung naik? Asam lambung atau acid reflux terjadi ketika cairan lambung naik ke kerongkongan, menyebabkan sensasi terbakar di dada (heartburn).  Kondisi ini umumnya berkaitan dengan pola makan, jenis makanan, dan kebiasaan sehari-hari.

Apa itu intermittent fasting dan bagaimana cara kerjanya? Intermittent fasting (IF) adalah pola makan yang mengatur waktu makan dan puasa dalam periode tertentu. Salah satu metode yang paling populer adalah 16:8, yaitu makan dalam jendela waktu delapan jam dan berpuasa selama 16 jam.

Berbeda dengan diet pada umumnya, IF lebih fokus pada kapan seseorang makan, bukan apa yang dikonsumsi. Menurut Dr. Manoj Gupta, ahli gastroenterologi dari PSRI Hospital Delhi, pola ini bisa membantu sistem pencernaan bekerja lebih efisien.

“Tidak seperti diet lain yang fokus pada jenis makanan, intermittent fasting lebih menekankan pada waktu makan,” jelasnya, seperti disadur Only My Health, Jumat (17/4/2026). Ia menambahkan, dalam jangka pendek, metode ini dapat membantu memperbaiki pencernaan dan mengurangi kembung. Benarkah intermittent fasting bisa memicu asam lambung naik? Jawabannya tidak selalu. Pada beberapa orang, intermittent fasting justru dapat membantu mengurangi gejala asam lambung. Dr. Gupta menjelaskan, pengaturan waktu makan bisa menurunkan paparan asam di kerongkongan. “Dengan membatasi waktu makan, intermittent fasting mengurangi paparan asam pada kerongkongan,” ujarnya.

Selain itu, makan dalam porsi lebih kecil dalam jangka waktu tertentu dapat mengurangi tekanan pada lambung.  Hal ini penting karena tekanan berlebih bisa melemahkan katup antara lambung dan kerongkongan, sehingga memicu refluks. Namun, perlu dicatat bahwa efek ini tidak berlaku untuk semua orang. Pada sebagian individu, terutama yang memiliki lambung sensitif, puasa terlalu lama justru bisa meningkatkan produksi asam lambung.

Faktor yang membuat asam lambung bisa naik saat puasa Meski memiliki potensi manfaat, intermittent fasting juga bisa memicu gejala jika dilakukan tidak tepat. Salah satu penyebabnya adalah perut kosong dalam waktu lama. Ketika lambung kosong, produksi asam tetap berlangsung. Jika tidak ada makanan yang menetralisir, asam ini bisa menyebabkan iritasi. Selain itu, kebiasaan makan berlebihan saat waktu berbuka juga bisa memperparah kondisi. 

Makan dalam jumlah besar sekaligus dapat meningkatkan tekanan dalam lambung, sehingga memicu refluks. “Makan dalam porsi besar dapat menyebabkan penumpukan gas dan tekanan pada lambung, yang akhirnya melemahkan katup antara lambung dan kerongkongan,” tutur Dr. Gupta. Faktor lain seperti konsumsi makanan pedas, berlemak, atau kafein saat jendela makan juga dapat memperburuk gejala.

Metode intermittent fasting yang aman untuk penderita asam lambung Bagi penderita asam lambung, metode 16:8 dinilai sebagai pilihan yang relatif aman. Pola ini memberikan waktu cukup bagi lambung untuk mencerna makanan sekaligus beristirahat. “Metode 16:8 dianggap paling aman karena memberi waktu lambung untuk kosong secara alami dan mengurangi tekanan pada katup lambung,” saran Dr. Gupta. Namun, penting untuk tetap memperhatikan pola makan selama jendela makan. Disarankan untuk mengonsumsi makanan dalam porsi kecil namun sering, serta menghindari makanan pemicu asam lambung. Selain itu, konsultasi dengan dokter sangat dianjurkan sebelum memulai intermittent fasting, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat gangguan pencernaan kronis.

Intermittent fasting tidak selalu memicu asam lambung naik. Bahkan, dalam beberapa kasus, pola makan ini dapat membantu meredakan gejala dengan mengatur waktu makan dan mengurangi tekanan pada lambung. Namun, respons setiap orang bisa berbeda. Jika dilakukan tanpa perencanaan yang tepat, seperti puasa terlalu lama atau makan berlebihan saat berbuka, justru dapat memperburuk kondisi.

Oleh karena itu, penting untuk memahami kondisi tubuh masing-masing dan menerapkan pola makan yang seimbang.  Jika gejala asam lambung sering muncul, sebaiknya konsultasikan dengan tenaga medis sebelum mencoba metode ini.

SUMBERhttps://health.kompas.com/read/26D17211500368/apakah-intermittent-fasting-bisa-memicu-asam-lambung-naik-

Apakah Intermittent Fasting Bisa Memicu Asam Lambung Naik? Apakah Intermittent Fasting Bisa Memicu Asam Lambung Naik? Reviewed by wongpasar grosir on 08.18 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.