Selama berpuasa, tubuh terasa mudah lelah, lemah, dan kurang bertenaga. Kondisi ini terjadi karena perubahan pola makan dan minum yang cukup drastis. Akibatnya, tubuh ingin terus tidur sepanjang hari hingga waktu berbuka tiba. Sayangnya, beberapa muslim khawatir jika aktivitas tidur setiap hari bisa mengurangi pahala puasa hingga membatalkannya.
Apakah puasa batal jika tidur seharian? Dosen Ilmu Hadis FSIP UMY sekaligus Penasihat Pengajian Umum KoPi Ngaji, Syakir Jamaluddin mengatakan, secara hukum Islam atau fikih, tidur seharian tidak membatalkan puasa.
Hal itu sebagaimana dijelaskan dalam fatwa Daril Iffa atau Lembaga Fatwa Mesir yang membahas hukum tidur seharian saat berpuasa. "Tidak (membatalkan puasa)," kata dia, saat dihubungi Kompas.com, Selasa (24/2/2025). Penjelasan serupa juga ditemukan dalam kitab Raudhatut Thalibin karya Imam Nawawi yang bermazhab Syafi’i. Kitab tersebut menyatakan bahwa tidur dalam waktu yang lama tidak membatalkan puasa. Pandangan lainnya soal tidur pada saat berpuasa disampaikan dalam kitab Al-Mughni karya Ibnu Qudamah dari mazhab Hambali. Berdasarkan kitab tersebut, tidur seharian saat puasa Ramadhan tidak membatalkan puasa, meski seorang muslim tidur dari pagi sampai dengan sore.
Pahala puasa berkurang Kendati tidak membatalkan, para ulama memperingatkan bahwa tidur seharian selama puasa dapat mengurangi pahala puasa itu sendiri. "Cuma eman (sayang), karena bisa berkurang bahkan bisa hilang bobot pahala puasanya," ungkap Syakir. Dia melanjutkan, makna berpuasa adalah menahan diri dari hawa dan nafsu, sehingga berpuasa tidak hanya menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa, tapi juga menahan diri dari hal-hal makruh yang bisa mengurangi nilai puasanya.
1. Mazhab Imam Syafi’i Merujuk mazhab Imam Syafi’i, tidur seharian tidak membatalkan puasa selama niat telah dilakukan sejak malam hari dan tidak melakukan hal-hal lain yang membatalkan puasa.
2. Mazhab Imam Ghazali Mazhab Imam Ghazali berpandangan bahwa salah satu adab puasa adalah tidak banyak tidur di siang hari. Dengan begitu, nilai ibadah puasanya tetap optimal.
3. Nahdlatul Ulama (NU) Ulama NU berpandangan bahwa tidur seharian diperbolehkan dan tidak membatalkan puasa. Namun, umat Islam tetap dianjurkan menunaikan ibadah wajib, seperti shalat dan memperbanyak dzikir. 4. Muhammadiyah Sementara itu, Muhammadiyah berpandangan bahwa tidur siang saat Ramadhan diperbolehkan.
Tetapi, tidur seharian tidak lebih utama dibandingkan memperbanyak ibadah saat puasa.
Amalan lain saat berpuasa Meski boleh dilakukan, tidur sebaiknya tidak menjadi pilihan utama jika tubuh masih mampu melakukan hal-hal produktif.
Muslim bisa mengisi waktu saat berpuasa dengan melakukan amalan-amalan yang bermanfaat dan dianjurkan dijalankan selama Ramadhan. Sebab beberapa aktivitas berikut ini amalan dan pahalanya dilipatgandakan, di antaranya: Membaca Al-Qur’an Belajar ilmu agama Membantu orang lain Berdzikir dan memperbanyak ibadah Melakukan kegiatan positif.
Tidak ada komentar: