Aroma manis kurma mulai mendominasi sudut-sudut Pasar Tanjung Kabupaten Jember, seminggu menjelang bulan Ramadan. Berdasarkan pantauan Kompas.com, pada Rabu (11/2/2026), sejumlah pedagang memenuhi etalase tokonya dengan berbagai jenis kurma. Dari kurma kelas ekonomis hingga premium. Pembeli pun terlihat datang silih berganti membawa kantong belanjaan berisi buah khas Timur Tengah tersebut. Sebagian membeli dalam jumlah kecil untuk konsumsi keluarga, namun tidak sedikit pula yang memborong untuk stok selama Ramadan. Meski bulan puasa masih seminggu lagi, tapi kurma mulai banyak diburu. Alwi Al-Habsji, pedagang kurma mengaku mengalami lonjakan permintaan hingga 60 persen.
Dia menyebut, tren kenaikan itu biasa terasa sejak sepekan menjelang Ramadan.
"Untuk penjualan kurma di H-7 (puasa) ini, Alhamdulillah ada peningkatan dari hari biasa, sekitar 60 persen," ungkap Alwi, Rabu. Menurut dia, kurma Mesir menjadi primadona karena harganya relatif terjangkau, sekitar Rp 220.000 per karton ukuran 10 kilogram. "Kalau dari tahun ke tahun, tetap ya, yang paling diminati itu Kurma Mesir," ujarnya. Sementara itu, untuk kelas premium, ada kurma Ajwa yang paling diminati dengan harga mencapai Rp 800.000 per karton ukuran 5 kilogram.
Alwi menambahkan, pasokan kurma sebelumnya sempat terkendala akibat pembatasan impor. Namun, kini berangsur stabil seiring meningkatnya distribusi menjelang bulan Ramadan.
Bagi banyak warga Jember, membeli kurma bukan sekadar transaksi musiman, melainkan bagian dari ritual menyambut bulan suci yang selalu dinanti setiap tahun. Nailin, salah seorang pembeli kurma, mengaku sudah menjadikan kurma sebagai tradisi wajib setiap Ramadan.
Dia pun membeli kurma jenis Palestine untuk persiapan puasa. "Soalnya kalau tanpa kurma, rasanya kayak kurang Ramadan gitu," kata Nailin.
Tidak ada komentar: