Ngopi Jadi Gaya Hidup Pekerja Surabaya, Segelas Kopi Bisa Tembus Rp 70.000



Nongkrong sambil menikmati segelas hingga dua gelas kopi sepulang kerja atau saat akhir pekan telah menjadi rutinitas bagi sebagian pekerja di Surabaya, Jawa Timur. Aktivitas ini kerap dipilih sebagai cara melepas penat setelah berjibaku dengan tenggat pekerjaan sepanjang hari kerja. Ice cappuccino hingga kopi susu menjadi pilihan populer untuk mengisi waktu santai, baik saat pulang kerja maupun di akhir pekan. Kafe-kafe di tengah kota pun menjadi ruang pertemuan favorit, tak hanya untuk bersantai, tetapi juga berbincang atau bekerja ringan.


Farah Salma (23), perantau asal Ponorogo yang telah menetap di Surabaya selama lima tahun, mengaku nongkrong di kafe sudah menjadi rutinitasnya. Ia bahkan bisa menghabiskan waktu berjam-jam setiap pekan untuk kegiatan tersebut.


“Minimal nongkrong seminggu tiga kali, habis sekitar empat sampai enam jam. Biasanya sama pacar, kadang sama teman,” ujar Salma di Surabaya, Senin (3/2/2026) lalu. Menurut Salma, harga minuman kopi di kafe Surabaya memang beragam. Untuk kafe dengan fasilitas standar di pusat kota, harga kopi berkisar Rp 25.000 hingga Rp 30.000 per gelas. Sementara, kafe dengan konsep premium dan merek ternama mematok harga di atas Rp 35.000. “Kalau di kafe biasa berdua bisa di bawah Rp 50.000. Tapi kalau pilih kafe yang lebih cozy dan pesan makanan utama, bisa lebih dari Rp 100.000,” kata dia.


Ia menilai harga kopi di Surabaya cenderung terus naik seiring bertambahnya jumlah konsumen dan menjamurnya kafe dengan konsep estetik serta fasilitas pendukung, seperti ruang kerja dan tempat berkumpul. “Harga kopi makin naik, apalagi pajak juga naik, terutama di kafe yang menawarkan tempat nyaman buat kerja atau ngobrol santai,” ujar dia. Meski demikian, Salma menilai harga kopi di Surabaya masih cukup ramah bagi perantau dan mahasiswa. Menurut dia, kafe-kafe di kota ini menyesuaikan target pasar dengan karakter penduduk Surabaya yang didominasi pekerja dan mahasiswa. “Targetnya memang perantau dan mahasiswa. Gaji di Surabaya juga relatif lumayan, jadi banyak orang datang buat kerja,” tutur dia.


Kendati harga kopi terus merangkak naik, Salma mengaku tetap rutin nongkrong tanpa menyiapkan anggaran khusus setiap bulan.


“Yang penting enggak overprice. Biasanya pilih kafe standar, kalau yang fancy paling sebulan sekali,” kata dia.


Harga naik 

Pengalaman serupa disampaikan Fatimatuz Zahra (25), perantau asal Mojokerto yang tinggal di Surabaya sejak 2019. Ia juga merasakan adanya kenaikan harga kopi dibandingkan beberapa tahun lalu. “Kalau dibandingkan dulu, memang cenderung naik. Apalagi sekarang banyak kafe dari kota lain buka cabang di Surabaya, jadi standar harga ikut terdorong,” ujar Zahra.


Menurut Zahra, harga kopi di kafe Surabaya bervariasi tergantung jenisnya. Kopi hitam atau espresso sederhana dibanderol Rp 20.000–35.000, kopi susu atau minuman berbasis susu Rp 28.000–45.000, sedangkan kopi spesialti atau manual brew berkisar Rp 40.000–70.000. “Beberapa kafe juga memberlakukan harga belum termasuk PPN dan service tax, jadi kalau ditambah, harganya bisa lebih mahal lagi,” katanya.


Zahra mengaku rutin mengunjungi kafe di sudut-sudut Surabaya setidaknya sekali dalam sepekan. Ia biasanya menghabiskan waktu tiga hingga lima jam dengan pengeluaran antara Rp 25.000 hingga Rp 60.000. “Setiap kafe itu seperti punya ‘rumah’ sendiri yang disesuaikan dengan lingkungannya. Kafe dekat kampus pasti beda dengan yang di kawasan perkantoran atau area yang lebih fancy,” ungkap dia.


Sementara, Haqiqi Firmansyah (25), warga asal Gresik, juga rutin nongkrong di kafe-kafe Surabaya setiap akhir pekan bersama teman-temannya. Ia menilai kafe di Surabaya lebih variatif, baik dari sisi menu maupun suasana. Menurut Haqiqi, harga kopi di Surabaya umumnya berada di kisaran Rp 20.000 hingga Rp 30.000 per gelas, meski tak sedikit kafe yang mematok harga lebih tinggi.


“Kafe di Surabaya memang makin banyak dari tahun ke tahun. Salah satu faktornya karena penikmat kopi juga makin bertambah,” ujar dia. Ia menyebut nongkrong di kafe bukan sekadar minum kopi, tetapi juga bagian dari menikmati hidup dan melepas penat. “Sekadar nongkrong, berbagi cerita, atau mengerjakan tugas,” sebut Haqiqi. 


SUMBER: https://surabaya.kompas.com/read/2026/02/04/074217278/ngopi-jadi-gaya-hidup-pekerja-surabaya-segelas-kopi-bisa-tembus-rp-70000?page=1

Ngopi Jadi Gaya Hidup Pekerja Surabaya, Segelas Kopi Bisa Tembus Rp 70.000 Ngopi Jadi Gaya Hidup Pekerja Surabaya, Segelas Kopi Bisa Tembus Rp 70.000 Reviewed by wongpasar grosir on 11.00 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.