Orangutan Bernama Jennifer Dikirim ke Jepang, Pemerintah Tegaskan Tetap Milik Indonesia

 

Pemerintah menegaskan orangutan bernama Jennifer yang dikirim ke Jepang dalam kerja sama konservasi Indonesia-Jepang tidak beralih kepemilikan. Pengiriman satwa ini dilakukan melalui skema breeding loan atau peminjaman satwa untuk tujuan konservasi sehingga status orangutan tetap menjadi milik Indonesia, termasuk jika nantinya berkembang biak setelah dijodohkan atau dikawinkan dengan orangutan jantan, Hayato, yang sudah lebih dulu ada di sana. Direktur Konservasi Spesies dan Genetik Kementerian Kehutanan, Ahmad Munawir, mengatakan, skema breeding loan diterapkan untuk memastikan negara tetap memiliki kendali penuh atas pengelolaan satwa yang dipinjamkan ke luar negeri. Skema ini juga menjadi pembeda dengan pola kerja sama pada masa lalu yang bersifat pemberian dan minim pengawasan.

"Sekarang tidak bisa seperti dulu. Satwa dipinjamkan, tetapi tetap milik negara. Kalau dari perkawinan itu nanti berhasil berkembang biak, anaknya juga tetap milik Indonesia," ujar Munawir saat ditemui usai acara Global Cooperation for Orangutan Conservation di Taman Safari Indonesia, Puncak Bogor, Jumat (16/1/2026).

Pengawasan dan Persyaratan Munawir menjelaskan, breeding loan merupakan skema peminjaman satwa yang disertai pengawasan ketat dari pemerintah sebelum dikirim ke Jepang. Pengawasan atau persyaratan tersebut meliputi kesiapan fasilitas, sumber daya manusianya, hingga standar kesejahteraan satwa di negara tujuan.

Karena itu, pemerintah memastikan bahwa orangutan yang dikirim ke lembaga konservasi Jepang telah memenuhi persyaratan tersebut. "Mereka (Jepang) harus memiliki fasilitas yang memadai, sumber daya manusia yang kompeten, termasuk dokter hewan yang memahami orangutan. Teknologi juga penting, misalnya teknologi inseminasi buatan. Bahkan, sebelum satwa dikirim, tenaga medis mereka harus belajar terlebih dahulu ke Indonesia," paparnya. Ia menambahkan, penerapan breeding loan juga bertujuan mencegah praktik lama yang membuat negara kehilangan kontrol terhadap satwa yang dikirim ke luar negeri.

Dalam skema saat ini, setiap proses peminjaman dilakukan melalui perjanjian resmi antarpemerintah dan dievaluasi secara berkala. Sebagai pembanding, Munawir menyebut skema serupa diterapkan dalam kerja sama peminjaman panda antara China dan Indonesia. Meski dipelihara dan diteliti di Indonesia, buktinya panda tetap berstatus milik China, termasuk anak panda yang lahir dan diberi nama oleh Presiden selama masa kerja sama. Intinya, kata dia, dipelihara dan dikembangbiakkan di Indonesia untuk kepentingan riset dan edukasi publik.

Tukar Pengetahuan dan Teknologi Selain menjaga status kepemilikan, skema ini juga membuka peluang pertukaran pengetahuan dan teknologi konservasi antara Indonesia dan Jepang. Melalui kerja sama tersebut, kedua negara dapat saling menguntungkan, belajar mengenai pengelolaan satwa langka, hingga teknik perawatan dan perkembangbiakan.

Menurut Munawir, penerapan breeding loan menjadi langkah penting untuk memastikan kerja sama konservasi berjalan seimbang dan saling menguntungkan. "Kalau untuk orangutan (Jennifer) ini tiba di Jepang kalau enggak salah November. Ke depan bukan tidak mungkin ada satwa lain. Kami juga mendorong konsep sister park sehingga bukan hanya peminjaman satwa, tetapi juga pertukaran pengetahuan dan satwa," pungkasnya.


SUMBERhttps://bandung.kompas.com/read/2026/01/19/085051778/orangutan-bernama-jennifer-dikirim-ke-jepang-pemerintah-tegaskan-tetap-milik

Orangutan Bernama Jennifer Dikirim ke Jepang, Pemerintah Tegaskan Tetap Milik Indonesia Orangutan Bernama Jennifer Dikirim ke Jepang, Pemerintah Tegaskan Tetap Milik Indonesia Reviewed by wongpasar grosir on 09.36 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.