Menjaga kesehatan jantung tidak selalu harus dimulai dari langkah yang rumit. Pola makan seimbang, terutama yang kaya buah dan sayuran, menjadi fondasi utama untuk mendukung fungsi jantung tetap optimal. Di antara banyak pilihan makanan sehat, ada satu jenis yang dinilai memiliki manfaat luar biasa bagi kesehatan jantung. Makanan ini mudah ditemukan, serbaguna, dan semakin populer di kalangan masyarakat, yaitu alpukat .
Menurut Dariush Mozaffarian, MD, DrPH, ahli jantung sekaligus Direktur Food is Medicine Institute di Friedman School, Tufts University, alpukat merupakan pilihan terbaik dalam kategori makanan yang mendukung kesehatan jantung. Meski secara botani termasuk buah, alpukat lebih sering dikonsumsi dan diolah layaknya sayuran, sehingga kerap masuk dalam kelompok tersebut.
“Alpukat unggul untuk kesehatan jantung, karena kandungan lemak tak jenuhnya yang sangat tinggi,” kata Mozaffarian, disadur Real Simple, Senin (12/1/2026). Mengapa alpukat baik untuk jantung? Avokad kaya akan lemak tak jenuh atau yang dikenal sebagai lemak baik untuk tubuh. Mozaffarian menjelaskan, lemak tak jenuh terbagi menjadi dua jenis utama, yakni lemak tak jenuh tunggal (monounsaturated) dan lemak tak jenuh ganda (polyunsaturated). “Lemak tak jenuh terbagi dalam dua kelas utama, yaitu lemak tak jenuh tunggal dan lemak tak jenuh ganda,” jelasnya. Kedua jenis lemak ini berperan penting dalam membantu mengelola kadar kolesterol darah, yang menjadi salah satu faktor kunci kesehatan jantung. Alpukat didominasi oleh lemak tak jenuh tunggal, yang terbukti mampu menurunkan kadar LDL atau kolesterol jahat. Kadar LDL yang tinggi diketahui meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke. Dengan mengonsumsi alpukat secara rutin dapat membantu menjaga keseimbangan kolesterol dalam tubuh. Kandungan serat yang mendukung kesehatan pembuluh darah Selain lemak sehat, alpukat juga kaya akan serat. Setengah buah alpukat saja sudah mampu memenuhi sekitar 20 persen kebutuhan serat harian tubuh.
Serat, terutama serat larut, berfungsi mengikat kolesterol di dalam usus dan membantu mengeluarkannya melalui sistem pencernaan. Dengan berkurangnya penyerapan kolesterol dalam tubuh, risiko penumpukan plak di pembuluh darah pun dapat ditekan. Kondisi ini sangat penting untuk menjaga aliran darah tetap lancar dan mengurangi kemungkinan terjadinya penyakit jantung koroner. Sumber kalium untuk mengontrol tekanan darah Avokad juga mengandung kalium, mineral esensial yang berperan besar dalam mengatur tekanan darah. Mozaffarian menyebut bahwa kalium membantu menurunkan tekanan darah sekaligus menyeimbangkan efek buruk konsumsi natrium atau garam berlebih. “Kalium menurunkan tekanan darah dan membantu menetralisir bahaya natrium,” ujarnya. Tekanan darah tinggi atau hipertensi merupakan salah satu faktor risiko utama penyakit kardiovaskular. Dengan mencukupi asupan kalium, tubuh lebih mampu menjaga tekanan darah tetap stabil. Kaya antioksidan yang melawan peradangan Tak hanya itu, alpukat juga sarat akan antioksidan. Senyawa ini berfungsi melawan stres oksidatif dan peradangan, dua kondisi yang berperan dalam perkembangan penyakit jantung. Antioksidan juga membantu mencegah oksidasi LDL, yang dapat memicu pembentukan plak di arteri atau aterosklerosis.
Jika dibiarkan, penumpukan plak ini bisa menghambat aliran darah dan meningkatkan risiko serangan jantung maupun stroke. Kandungan antioksidan di dalam alpukat berpotensi membantu mengurangi risiko tersebut.
Tidak ada komentar: