Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan pemerintah berkomitmen menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan menjelang Lebaran 2025 atau Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah. Hal itu disampaikan Mentan Amran saat menghadiri Bazar Pangan Murah di Universitas Indonesia, Depok, Sabtu (22/3/2025). Menurutnya, harga sejumlah bahan pangan yang sempat naik, seperti cabai, kini mulai stabil. "Sehingga masyarakat tidak perlu khawatir dengan lonjakan harga menjelang Lebaran," kata Amran. Baca juga: Ekonom Respons Pernyataan Prabowo Soal Harga Saham Boleh Naik Turun, tapi Kalau Pangan Aman, Negara Aman Sebelumnya, saat meninjau operasi pasar di PT Pos Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Selasa (18/3/2025), Amran mengingatkan agar tidak ada spekulan yang mempermainkan harga atau mengurangi pasokan demi keuntungan pribadi.
Kita harus bergerak bersama, pemerintah pusat, daerah, hingga pelaku usaha. Jangan ada yang coba-coba mempermainkan harga atau mengurangi pasokan demi keuntungan sendiri," tegasnya. Stok Beras Capai 2,2 Juta Ton Amran menyebut stok beras nasional mencapai 2,2 juta ton di gudang Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog). "Stok pangan nasional dalam kondisi aman, dengan cadangan beras mencapai 2,2 juta ton, jumlah tertinggi dalam tujuh hingga delapan tahun terakhir," kata Amran. Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi mengonfirmasi data tersebut. Ia menyebut stok beras di Bulog mencapai 2,1 juta ton. Bapanas sebelumnya mencatat, stok beras awal 2025 cukup kuat di angka 8,1 juta ton. "Kami yakin tidak ada gejolak yang berarti terhadap komoditas beras," ujar Arief di kantor Kementerian Pertanian (Kementan), Jakarta Selatan, Senin (17/2/2025).
Pasokan Bawang, Daging Ayam, dan Telur Terjaga Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto memastikan stok bawang merah, bawang putih, daging ayam, dan telur dalam kondisi aman. "Artinya stoknya aman, daya beli masih kuat. Jadi ekonomi kita sedang baik kalau melihat indikator pasar," ujar Bima saat meninjau harga pangan di Pasar Kosambi, Bandung, Sabtu (22/3/2025). Selain itu, stok MinyaKita juga masih tersedia di pasaran. Pemerintah telah menambah pasokan minyak goreng hingga dua kali lipat selama Ramadhan hingga Lebaran. Pemerintah juga menggulirkan program Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP) untuk menekan harga bawang yang sempat melonjak. Sebanyak 1 ton bawang merah dan bawang putih didistribusikan ke pasar dengan harga Rp 33.000 per kg untuk bawang merah dan Rp 30.000 per kg untuk bawang putih.
Cadangan Daging Sapi dan Kerbau Dalam rapat koordinasi pada 5 Februari 2025, pemerintah membahas stok daging sapi dan kerbau yang masih defisit dibanding kebutuhan nasional.
Menurut proyeksi neraca pangan Bapanas, total ketersediaan daging ruminansia tahun ini mencapai 617.300 ton, sedangkan kebutuhan nasional 766.900 ton. Untuk menutupi kekurangan tersebut, pemerintah memutuskan mengimpor 100.000 ton daging kerbau dan 180.000 ton daging sapi menjelang Lebaran. "Proses impor membutuhkan waktu sekitar satu bulan, sehingga kita bahas sejak awal Februari agar cadangan pangan pemerintah (CPP) tetap terjaga," jelas Arief.
Ketua Umum Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Soemitro Samadikoen memastikan stok gula nasional cukup hingga Lebaran.
"Pada Februari 2025, stok gula nasional mencapai 842.000 ton. Memasuki Maret-April, produksi dari Medan dan Lampung sudah mulai masuk, sehingga stok aman," kata Soemitro. Sementara itu, stok kedelai diperkirakan mencapai 400.000 ton pada akhir Februari.
SUMBER : https://money.kompas.com/read/2025/03/24/052526626/jelang-lebaran-bagaimana-stok-bahan-pangan?page=2
Tidak ada komentar: