TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG - AL (19) mahasiswi kampus swasta Semarang yang meninggal dunia selepas terjun dari gedung parkir kampus sempat meminta ditemani makan geprek ke para sahabatnya.
Keinginan terakhir korban untuk berkumpul dengan para sahabatnya sembari makan ayam geprek belum sempat terpenuhi hingga akhirnya korban meninggal dunia.
"Iya, chat terakhir di grup korban mengajak makan ayam geprek pada Kamis (15/9/2022) malam atau tiga hari lalu tapi belum kesampaian, " ujar seorang sahabat korban dari SMP hingga sekarang yang enggan disebutkan namanya kepada Tribunjateng.com, Sabtu (17/9/2022).
Gadis berjilbab berusia 19 tahun itu menyebut, selepas itu korban tidak aktif lagi di grup mereka hingga akhirnya tersiar kabar korban jatuh dari lantai gedung parkir kampus.
Mereka tentu merasa sangat kehilangan korban lantaran sudah delapan tahun terakhir bersama.
Apalagi korban adalah sumber keceriaan di lingkaran persahabatan mereka.
"Hal yang paling dirindukan tentu keceriaan korban. Karena orangnya gokil bikin suasana ceria dan ketawa," paparnya.
Persahabatan mereka memang cukup solid dari SMP hingga korban dikabarkan terjatuh mereka berlima setia menunggu korban hingga nafas terakhir.
"Ini kami datang ke pemakaman korban sebagai penghormatan terakhir," jelasnya.
Diberitakan sebelumnya, AL (19) mahasiswi kampus swasta terkemuka di Kota Semarang terjun dari lantai 6 gedung parkir kampus tersebut.
Korban sempat dibawa ke rumah sakit hingga akhirnya menghembuskan nafas terakhir di rumah sakit Panti Wilasa Citarum, Kota Semarang, Jumat (16/9/2022) sekira pukul 22.00 WIB.
Korban dimakamkan di kawasan TPU Bergota, Randusari, Semarang Selatan, Sabtu (17/9/2022), pukul 13.30.
Puluhan teman kampus , sahabat dan keluarga korban mengantarkannya ke tempat terakhirnya.
Seorang sahabat korban yang enggan disebut namanya mengatakan, korban sempat bercerita memiliki permasalahan dengan seorang temannya.
"Pernah cerita ada masalah sama teman.
Detailnya tidak tahu.
Hanya cerita garis besarnya saja.
Korban cerita sebulan lalu," ujarnya kepada Tribunjateng.com, Sabtu (17/9/2022).
Korban memiliki lima sahabat sejak SMP hingga sekarang satu kampus.
Mereka tergabung di satu grup Whatsapp (WA).
Biasanya korban curhat persoalannya ke para bestie-nya itu di grup tersebut.
"Korban sering cerita tapi tidak detail," ujarnya.
Ia menjelaskan,korban tercatat sebagai mahasiswi semester empat jurusan ilmu komunikasi di kampus swasta tersebut.
"Korban tidak pernah punya pacar sejak SMP sampai kuliah," terangnya.
Sahabat korban satunya menimpali, pada hari kejadian korban tidak bilang mau ke kampus.
Padahal biasanya korban selalu mengajak bersama ketika pergi ke kampus.
Apalagi rumah mereka sebenarnya tidak terlalu berjauhan.
"Kami kaget ketika dengar informasi di kampus ada yang jatuh tapi kayak kenal.
Kami Kroscek ke satpam benar itu sahabat kami kemudian langsung susul ke rumah sakit," bebernya.
Setiba di rumah sakit, korban dalam kondisi kritis meskipun sadar tapi linglung.
Para sahabat korban tersebut menunggu dari korban kritis hingga meninggal dunia.
"Korban meninggal dunia sekira pukul 22.00 WIB," terangnya.
Menurutnya, AL sosok ceria, baik , suka bercanda.
"Korban suka bercanda dan bikin kami semua ketawa," jelasnya.
Di samping itu, korban juga dikenal sebagai penulis karena sudah menelurkan beberapa karya sastra seperti cerpen.
"Dia penulis karya tulisannya sudah banyak, suka bikin cerita sejak SMP. ketika SMA tulisannya sudah masuk buku antologi cerpen," bebernya.
Terpisah, Kapolsek Pedurungan, Kompol Dina Novitasari mengatakan, korban meninggal dunia tadi malam.
Dari keterangan sementara rumah sakit korban meninggal dunia karena jatuh dari ketinggian.
Pihaknya belum sempat meminta keterangan korban karena ketika itu sedang perawatan.
"kemarin kami fokus olah tempat kejadian dan korban, tapi soal pendalaman silahkan ke Kapolrestabes," katanya ketika dikonfirmasi Tribunjateng.com.
Informasi yang dihimpun Tribun, korban terjun dari gedung parkir kampus swasta tersebut pada Jumat (16/9/2022) sekira pukul 15.30.
Polisi menilai korban melakukan percobaan bunuh diri dari lantai 6 gedung parkir.
Korban diketahui meloncat lalu terkapar di sisi timur gedung dengan posisi telentang.
Dua satpam kampus lalu mendekati untuk memeriksanya.
Tampak kedua kaki korban tulangnya parah.
Selepas diperiksa korban masih hidup dan sempat ditanyai oleh pihak Satpam Kampus.
Pihak kampus lantas membawa korban ke Rumah Sakit Panti Wilasa Citarum Semarang untuk mendapatkan pertolongan medis.
Dari hasil rekaman CCTV lantai 6B , korban tampak mondar mandir di sekitar pagar gedung parkir yang tak berselang lama kemudian korban terjun dari lantai tersebut.(Iwn)
Tidak ada komentar: