Kreator konten bernama Bigmo alias Muhammad Jannah menggegerkan dunia maya. Ia diduga mengajak anak-anak di bawah umur untuk mempromosikan cairan vape di live streaming YouTube. Ia pun dilaporkan ke polisi. Terlepas dari kasus tersebut, insiden ini memantik perbincangan tentang bahaya rokok elektrik bagi tubuh. Apa saja?
Ragam dampak rokok elektrik bagi tubuh Kanker paru dan masalah pernapasan Meski kerap dianggap lebih bersih karena varian rasa yang beragam, uap rokok ini tetap menyimpan racun mematikan. Konsultan Senior Onkologi Medis Parkway Cancer Center Dr Chin Tan Min menjelaskan kepada Kompas.com, Kamis (14/11/2024), dalam jangka pendek, penggunanya rentan mengalami batuk, peningkatan denyut jantung, sesak napas, hingga iritasi pada area paru-paru. Bahkan, karena tergolong produk baru, peneliti belum bisa mendeteksi seluruh efek jangka panjangnya. Pengguna sering menghisapnya tanpa sadar takaran karena alat ini tidak terbakar habis seperti rokok konvensional.
Penggunaan yang lebih lama dan sering membuat paparan bahan kimia beracun menjadi lebih masif, yang pada akhirnya dapat memicu kanker paru seperti halnya kebiasaan merokok tradisional. Meningkatkan risiko pradiabetes Selain merusak paru-paru, kebiasaan ini turut menyerang sistem metabolisme. Dikutip dari Euronews, penelitian dalam jurnal The American Journal of Preventive Medicine Focus menemukan, pengguna rokok elektrik memiliki risiko tujuh persen lebih tinggi terkena pradiabetes dibandingkan non-perokok. Risikonya bahkan melonjak hingga 28 persen jika digabung dengan rokok biasa.
Studi ini juga menyoroti karakteristik yang dapat semakin meningkatkan risiko pradiabetes di kalangan perokok, seperti kondisi kelebihan berat badan atau obesitas, hingga riwayat genetik. Ketua tim peneliti di University of Georgia Sulakshan Neupane menegaskan masalah ini bukan sekadar urusan pernapasan. "Mengingat penggunaan rokok elektrik yang meningkat pesat, sangat penting untuk memahami dampak luasnya bagi kesehatan. Ini bukan lagi hanya soal paru-paru, melainkan juga tentang kesehatan seluruh tubuh dan metabolisme," ungkapnya.
Menurunkan kualitas kesuburan pria Bagi pria yang sedang merencanakan program kehamilan, sebaiknya segera tinggalkan kebiasaan ini. Dokter Spesialis Urologi RS Windu Husada, I Nyoman Palgunadi, Sp.U, mengingatkan bahwa rokok elektrik sangat berisiko mengganggu proses pembentukan sperma, bahkan pada pria yang sudah menjalani operasi varikokel sekalipun. Ia mengibaratkan, tetap mengisap uap bernikotin usai operasi kesuburan layaknya memperbaiki AC tetapi tetap menyalakan kompor di dalam ruangan.
Banyak orang masih salah kaprah dan menganggap alat hisap elektronik jauh lebih aman.
“Uapnya tetap mengandung nikotin dan zat oksidatif. Itu bisa ganggu pembentukan sperma,” jelas dr. Palgunadi melalui akun Threads miliknya dan dikutip Kompas.com dengan izin, Kamis (26/2/2026). Mengingat sperma butuh waktu sekitar tiga bulan untuk regenerasi, menghentikan kebiasaan ini sejak dini adalah langkah krusial. "Banyak pria mau punya anak, tapi belum mau lepas kebiasaan kecil yang mengganggu. Kadang bukan tubuh yang belum siap jadi ayah, tapi kebiasaan yang belum siap ditinggalkan," ucap dr. Palgunadi. Mempercepat penuaan dini dan jerawat Asap beraroma manis ini juga menjadi musuh bagi kesehatan kulit. Dikutip dari Dr Dennis Gross Skincare dan Patient Info, bahan kimia di dalamnya menyebabkan peradangan dan stres oksidatif yang merusak sel. Akibatnya, kulit bisa mengalami penuaan dini, cepat keriput, kendur, dan tampak kusam. Dokter Spesialis Dermatologi dan Venereologi sekaligus Founder GLOEI, Matahari Arsy, SpDVE, menyebut peradangan tersebut sering kali memicu munculnya jerawat. "Jerawat sering kali dipicu oleh peradangan, dan vape dapat menyebabkan peradangan tersebut," jelas dr. Matahari.
Ditambah lagi, Dokter Spesialis Dermatologi dan Venereologi, Arini Astasari Widodo, SM, SpDVE, menjelaskan, bahan seperti propylene glycol bersifat higroskopis yang menarik kelembapan alami, membuat wajah serta bibir menjadi sangat kering dan rentan pecah-pecah. "Propylene glycol dan gliserin dapat mengeringkan bibir karena sifat higroskopisnya yang menarik kelembapan dari kulit," terangnya. "Penurunan aliran darah ini dapat mengurangi oksigen dan nutrisi yang mencapai kulit, mengganggu pergantian sel," tambah dr. Arini.
Menurut kedua pakar saat diwawancarai pada Selasa (04/06/2024), letika kulit terdehidrasi parah, tubuh akan otomatis memproduksi lebih banyak minyak yang pada akhirnya menyumbat pori-pori. Mengikis kekuatan email gigi Dampak buruk lainnya turut mengintai kebersihan rongga mulut. Dikutip dari Queensland Health Government dan National Children's Oral Health Foundation, cairan di dalamnya mengandung bahan yang berubah menjadi asam korosif saat dihisap.
Asam tersebut akan melarutkan dan melembutkan lapisan email gigi secara perlahan. Kandungan perasa yang manis juga membantu bakteri perusak menempel lebih mudah pada area gigi. Kondisi ini semakin parah karena penggunaan rokok elektrik membuat produksi air liur alami menurun drastis. Akibatnya, bakteri bisa berkembang biak lebih cepat dan berujung pada kerusakan serta gigi berlubang.
SPREI MONALISA WATERPROOF 180 PINK MOTIF
Baca Juga :
Tidak ada komentar: