Daun kelor, tahu, ikan teri mempunyai kandungan kalsium yang lebih tinggi dibandingkan susu sapi. Hal tersebut disampaikan oleh ahli gizi Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus), Toto Sudargo. Toto menerangkan bahwa kalsium bermanfaat dalam memperkuat serta membentuk tulang dan gigi. “Mengonsumsi kalsium yang alami dari yang (usia) muda itu akan mencegah osteoporosis,” kata Toto kepada Kompas.com, Selasa (21/7/2026).
Kemudian, kalsium juga berguna untuk metabolisme tubuh, mendukung transmisi sinyal saraf, mengatur kontraksi otot, serta membantu pembekuan darah.
“Jadi, kalau orang kurang kalsium, darahnya tuh terus langsung cair. Terus kalau luka, enggak berhenti-berhenti namanya pendarahan,” imbuh Toto yang juga menjadi dosen gizi Universitas Gadjah Mada (UGM).
Kandungan kalsium di daun kelor, ikan teri, dan tahu Lebih jauh, Toto menyatakan bahwa daun kelor adalah salah satu bahan makanan yang mudah diperoleh dan diolah. “Masaknya mudah, direbus untuk dipakai sup atau sayur bening, kalsiumnya tidak hilang,” tutur dia. “Per 100 gram daun kelor, kalsiumnya nih ya, itu sekitar 185 sampai 190 miligram. Itu per 100 gram,” sambungnya. Selain kalsium, daun kelor juga memiliki kandungan magnesium yang tinggi. 100 gram daun kelor mengandung hampir 160 miligram magnesium. Jika dibandingkan dengan daun kelor, 100 cc susu sapi umumnya hanya mengandung kalsium sebesar 140 miligram.
Lebih jauh, Toto menyebut bahwa tahu yang merupakan bahan pangan dari kedelai mempunyai kandungan kalsium lebih tinggi daripada daun kelor. “Kalsium tahu itu memang lebih tinggi dari susu sapi. Tahu bisa dijadikan pepes atau sup,” ujar dia. “Tahu itu memiliki kandungan 250-an miligram kalsium per 100 gram,” tambahnya. Selain itu, bahan pangan yang mudah didapatkan di pasar-pasar tersebut juga memiliki kandungan protein hingga serat.
Kemudian, Toto menyebutkan, ikan teri mengandung kalsium yang lebih tinggi dibandingkan daun kelor bahkan tahu kedelai. “Digoreng bisa terus dijadikan camilan, itu sangat bagus. Kalau ikan teri, itu memang dimakan sama tulangnya. Kalsiumnya bisa lebih tinggi,” ucap dia “Ikan teri itu antara 500 sampai 1.000 miligram, andai kata kita makan ikan teri 100 gram,” lanjutnya. Ikan teri juga dikenal memiliki kandungan nutrisi lain yang baik untuk tubuh, salah satunya adalah protein.
Saran asupan kalsium Selanjutnya, Toto menilai bahwa slogan “4 sehat 5 sempurna” sudah tidak relevan atau berlaku saat ini.
“Makanya kenapa 4 sehat 5 sempurna itu enggak berlaku yang susunya. Kalau makan daun kelor, ikan teri, atau tahu itu sudah cukup,” kata Toto. Toto menyampaikan, seseorang bisa membuat pepes yang terbuat dari daun kelor, tahu, dan ikan teri sekaligus.
Nantinya, tubuh tidak akan mengalami kelebihan kalsium saat makanan tersebut dicerna. Pasalnya, kalsium berlebihan akan dibuang oleh tubuh sebelum diserap. “Tetapi andai kita makan kalsium yang berupa tablet atau sebagainya, itu justru akan mengganggu kerja ginjal,” papar Toto. “Jadi harus hati-hati. Tapi kalau berasal dari makanan, tidak berat. Karena sebelum diserap, akan dibuang lewat feses,” imbuhnya.
Seiring bertambahnya usia, kemampuan organ tubuh untuk menyerap nutrisi tersebut akan semakin berkurang. Oleh karena itu, Toto merekomendasikan untuk memperbanyak konsumsi sumber kalsium alami saat usia muda.
Tumbuh kembang anak juga menjadi lebih baik jika banyak makan bahan makanan yang kaya kalsium, seperti tahu, kelor, dan ikan teri. “Kurang kalsium biasanya menjadi apa? (Tinggi badan) pendek. Karena (kalsium) termasuk untuk pertumbuhan tulang,” terang Toto.
SPREI KINTAKUN DELUXE 120 IZANA
Tidak ada komentar: