Untuk Menjaga Kesehatan, Sarapan Keharusan atau Pilihan?

 


Sarapan dianggap sebagai waktu makan paling penting untuk memulai aktivitas harian. Padahal, keharusan menyantap makanan pada pagi hari sangat bergantung pada gaya hidup dan rutinitas masing-masing individu. "Ada orang yang bisa berfungsi dengan baik menggunakan sarapan, dengan program sarapan. Ada yang bisa berfungsi dengan baik tanpa sarapan," papar diet expert Yulia Baltschun dalam sesi talkshow bertajuk "Minum Jus Buah dan Sarapan Bikin Lebih Sehat?" di Ageless Festival, Pondok Indah Mall 3, Jakarta Selatan, Minggu (14/6/2026). Sebab, tubuh manusia pada dasarnya memiliki sistem penyimpanan kalori cadangan untuk menjaga stamina.

Jadi, gizi yang masuk dari hari sebelumnya masih bisa dipakai sebagai tenaga, walaupun kamu beraktivitas tanpa sarapan.

Menakar kebutuhan nutrisi pada pagi hari Peran glikogen sebagai cadangan energi Yulia sendiri menyebutkan bahwa pola makannya lebih bersifat hybrid dan disesuaikan dengan rutinitas fisiknya. Ia baru memenuhi kebutuhan nutrisi secara utuh pada pagi hari jika jadwal kegiatannya memang sedang sangat berat.

"Kalau misalkan heavy activity aku berat banget, kadang badan sudah memberikan signal bahwa pagi itu aku perlu makro-mikronutrien yang komplit," ungkap Yulia.

Apabila sinyal kebutuhan nutrisi tersebut diabaikan, ia akan kesulitan menjalani program olahraga yang intens. "Jadi kalau cuma hanya dikasih protein shake, kurang kerasa dari segi stamina. Semuanya drop. Dan kalau dipaksain angkat beban udah pasti melempem," tambah dia.

Meski demikian, pada hari-hari biasa, ia bisa beraktivitas secara optimal dengan sarapan minim berupa protein shake dan sedikit buah. Hal ini wajar terjadi karena makanan yang masuk ke tubuh tidak langsung dibakar menjadi tenaga pada saat itu juga. Sebab, tubuh punya mekanisme menyimpannya sebagai energi cadangan, yang mana karbohidrat disimpan dalam bentuk glikogen di otot dan organ hati, sedangkan lemak ditaruh pada sel-sel lemak.

Pentingnya kecukupan gizi pada malam hari Ketika asupan makronutrien terpenuhi secara utuh pada malam hari, energi cadangan ini siap digunakan keesokan harinya.

Hal sebaliknya akan terjadi apabila nutrisi harian yang masuk sebelum tidur justru kurang atau tidak seimbang. Melakukan olahraga pada pagi hari dengan sisa cadangan nutrisi yang minim berisiko merusak otot tubuh.

"Tapi kalau dari malamnya udah kurang gizi, besok paginya Hyrox misalkan, nah itu di situ risiko muscle loss-nya naik," terang Yulia. Oleh karena itu, aturan mengenai wajib tidaknya sarapan harus disesuaikan dengan kondisi asupan sebelumnya. "Balik lagi tergantung gimana satu hari sebelumnya, dan programnya seperti apa, dan orang ini berfungsi baiknya dengan program yang gimana," ucap dia. Efektivitas pola makan satu kali sehari Pendekatan melewatkan sarapan ini juga dijalani oleh Co-founder Technogym Indonesia, Arya Setiadharma, melalui metode One Meal A Day (OMAD). Ia terbiasa tidak makan pagi dan siang, lalu baru mengonsumsi hidangan utama pada malam hari.

"Saya malah enggak makan pagi, enggak makan siang. Saya one meal a day, tapi makannya malam. And I lost weight because of that," ungkap Arya.

Metode tersebut berhasil membantu menurunkan berat badan Arya dari awalnya 82 kilogram menjadi di kisaran 66-67 kilogram. Berdasarkan pengalamannya, kesehatan tubuh dan berat badan ideal lebih dipengaruhi oleh kualitas gizi dari makanan itu sendiri. "Jadi kalau dibilang (jam makan) paling sehat, tergantung ya. What you eat matters," jelas Arya.

Bagi orang-orang yang tetap terbiasa sarapan, Arya menyarankan agar mereka memerhatikan kandungan menu paginya. Makanan yang kaya akan protein dinilai jauh lebih baik daripada asupan yang tinggi gula. "Jadi kalau saya rasa, apa yang dimakan saat pagi itu enggak boleh high sugar content. Harus yang lebih kayak misalnya telur, lebih protein-heavy," tutur dia.



SUMBERhttps://lifestyle.kompas.com/read/2026/06/17/070500720/untuk-menjaga-kesehatan-sarapan-keharusan-atau-pilihan-?page=2

Untuk Menjaga Kesehatan, Sarapan Keharusan atau Pilihan? Untuk Menjaga Kesehatan, Sarapan Keharusan atau Pilihan? Reviewed by wongpasar grosir on 08.21 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.