Harga Plastik Naik, Pedagang Kaki Lima Terjepit: Untung Cuma Rp 500

 


Harga plastik naik dalam beberapa pekan terakhir mulai dirasakan pedagang kaki lima di kawasan Jatinegara, Jakarta Timur. Kenaikan ini menambah beban biaya operasional di tengah penjualan yang belum sepenuhnya pulih. Sejumlah pedagang mengaku lonjakan harga sudah terjadi sejak bulan Ramadhan dan hingga kini belum kembali normal.

Harga Naik Sejak Ramadhan, Biaya Usaha Ikut Terdorong Raden Arka (29), pedagang nasi goreng di kawasan Jatinegara, mengatakan harga plastik yang biasa ia beli mengalami kenaikan signifikan. “Naik, biasanya Rp 25.000 sekarang Rp 30.000, yang biasanya Rp 10.000 sekarang sekitar Rp 12.000. Semenjak hari Lebarannya aja ini dari puasa sampai sekarang belum normal,” kata Arka saat ditemui, Rabu (1/4/2026).

Kenaikan ini langsung berdampak pada biaya operasional sehari-hari. Plastik, yang digunakan untuk membungkus makanan, menjadi kebutuhan yang tidak bisa dihindari.

Untung Tipis, Pedagang Sulit Menutup Kenaikan Biaya Arka mengungkapkan, keuntungan yang ia peroleh dari setiap porsi makanan tergolong sangat kecil, hanya sekitar Rp 500 hingga Rp 1.000. Dengan margin yang tipis, kenaikan harga bahan pendukung seperti plastik menjadi beban yang cukup berat. “Kalau saya pribadi susah (cari alternatif selain plastik) soalnya kan plastik tuh ibaratnya kayak bahan pokok. Sudah terlalu ketergantungan sama plastik,” ujarnya. Ia juga belum bisa memastikan apakah akan menaikkan harga jual, karena harga makanan sudah tercantum dan sensitif terhadap perubahan.

Dilema Pedagang: Harga Naik atau Kehilangan Pembeli Kondisi serupa dialami Parti (57), pedagang pecel lele di lokasi yang sama. Ia mengaku kenaikan harga plastik terjadi dalam beberapa minggu terakhir dan semakin memberatkan di tengah penjualan yang lesu. “Berat sekali karena penjualan kami kan lagi sepi, kurang bagus. Jadi kalau semuanya barang naik, ya kita ikut susah lagi,” kata Parti. Namun berbeda dengan kemungkinan yang dipertimbangkan Arka, Parti memilih tidak menaikkan harga jual demi mempertahankan pelanggan. “Kami tidak bisa naik, soalnya harga biasa aja yang beli kurang. Jadi kami tetap bertahan segitu-gitu,” ujarnya. Ia mengaku lebih memilih mengambil keuntungan tipis daripada harus kehilangan pembeli.

Lonjakan Harga Disebut Tidak Wajar, Terkait Energi Global Pemerintah mengakui adanya kenaikan harga plastik yang dikeluhkan pedagang. Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyebut lonjakan tersebut berkaitan dengan kenaikan harga bahan baku plastik. “Saya dengar biji plastiknya juga naiknya luar biasa. Karena plastik itu kan dari BBM (bahan bakar minyak),” ujarnya di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Sabtu (28/3/2026).

Menurut dia, kenaikan harga plastik tidak lagi tergolong normal karena terjadi secara tajam dalam waktu singkat. “Ya nanti kita tentu akan kita bahas secara khusus, kok tiba-tiba naiknya begitu tinggi,” kata dia. Kenaikan harga plastik disebut berkaitan dengan lonjakan harga energi global akibat konflik di Timur Tengah.

Plastik sebagai produk turunan energi fosil ikut terdampak dalam rantai pasok.

Dampaknya tidak hanya dirasakan di tingkat industri, tetapi juga mulai menjalar ke sektor informal seperti pedagang kaki lima.


SUMBERhttps://megapolitan.kompas.com/read/2026/04/02/08325861/harga-plastik-naik-pedagang-kaki-lima-terjepit-untung-cuma-rp-500?page=2

Harga Plastik Naik, Pedagang Kaki Lima Terjepit: Untung Cuma Rp 500 Harga Plastik Naik, Pedagang Kaki Lima Terjepit: Untung Cuma Rp 500  Reviewed by wongpasar grosir on 08.59 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.