Masuk Puncak Musim Hujan, Angin Puting Beliung Terjang Banyuwangi

 


Kepanikan warga terekam dalam sebuah video yang ramai dibagikan ulang di media sosial. Di video tersebut, terekam pusaran angin puting beliung yang menerjang wilayah Kecamatan Tegalsari, Banyuwangi, Jawa Timur pada Jumat (6/2/2026). Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Banyuwangi membenarkan bahwa fenomena yang sama juga terekam dalam satelit Himawari-9. "Tampak awan cumulonimbus yang cukup tebal dari jam 09.10 WIB sampai jam 17.20 WIB yang berkaitan dengan angin puting beliung," kata prakirawan BMKG Banyuwangi, Rahmayani. Angin puting beliung juga terjadi karena arus naik (updraft) dan arus turun (downdraft) yang cukup kuat menyebabkan putaran yang cukup kuat dengan kecepatan 40-50 km/per jam.

Menurut dia, BMKG juga telah memperingatkan potensi angin puting beliung kepada warga di Jawa Timur termasuk Banyuwangi saat puncak musim hujan pada tanggal 1-10 Februari 2026.

"Bulan Januari-Februari adalah bulan puncak musim hujan sehingga warga diimbau waspada bencana hidrometeorologi," ujarnya. Bencana hidrometeorologi tersebut di antaranya hujan sedang hingga lebat, banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, puting beliung, hingga hujan es. Rahma menjelaskan, potensi cuaca ekstrem tersebut merupakan dampak aktifnya monsun Asia dan diprakirakan adanya gangguan gelombang atmosfer low frequency, gelombang Rossby dan gelombang kelvin yang akan melintasi wilayah Jawa Timur. "Suhu muka laut perairan Selat Madura yang masih cukup signifikan, serta kondisi atmosfer lokal yang labil turut mendukung pertumbuhan awan-awan konvektif yang berpotensi menimbulkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, yang dapat disertai petir dan angin kencang," katanya.

Ke depan, BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca mendadak serta adanya potensi cuaca ekstrem berupa hujan sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang selama 10 hari ke depan.

BMKG juga mengimbau untuk wilayah dengan topografi curam, bergunung atau tebing diharapkan lebih waspada terhadap dampak yang dapat ditimbulkan akibat cuaca ekstrem seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, jalan licin, pohon tumbang serta berkurangnya jarak pandang. "Selain itu, masyarakat juga dihimbau untuk selalu memantau kondisi cuaca terkini yang dikeluarkan BMKG," pungkasnya.


SUMBERhttps://surabaya.kompas.com/read/2026/02/06/194126478/masuk-puncak-musim-hujan-angin-puting-beliung-terjang-banyuwangi

Masuk Puncak Musim Hujan, Angin Puting Beliung Terjang Banyuwangi Masuk Puncak Musim Hujan, Angin Puting Beliung Terjang Banyuwangi  Reviewed by wongpasar grosir on 08.41 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.